Ray dan Devon, dua cowok SMA yang ditakdirkan untuk selalu bersama melewati rintangan kehidupan. Berbagai cara mereka lewati untuk menuju bahagia, namun hasilnya nihil. Maka dari itu, mereka memilih berubah sikap dan sifat. Diri mereka yang bukan sesungguhnya. Karena mereka kira, menjadi orang lain lebih bahagia dan tidak memiliki beban kehidupan lebih berat dari mereka.
Mereka tidak percaya akan suatu hari nanti, ada orang yang sanggup merubah cara pandang kehidupannya. Layaknya udara yang akan dibutuhkan mereka ketika mereka sudah tidak bisa saling membantu. Mereka tidak percaya itu. Sampai akhirnya ada seseorang yang benar-benar datang dan berbicara lantang.
"Kita cuma manusia biasa yang nggak bisa berjalan sendirian, butuh seseorang untuk menjadi penopang hidup, butuh uluran tangan ketika terjatuh dan harus bangkit berdiri lagi. Kalau lo sendirian, lo bakal tersesat dan nggak tahu jalan ke tempat terbaik di hidup lo."
Lantas, siapakah orang itu?
Dan, apakah keduanya akan merubah cara pandang kehidupannya?
Menjadi biasa dan hidup tenang. Seorang pemuda berbakat yang baru saja lulus SMP dan bersekolah di tempat baru, telah mengambil kesimpulan untuk hidupnya. Dia menanggalkan segala ambisi, serta merubah pola pikir tentang kehidupan yang patutnya dijalani. Katanya, bukan berarti dia menolak perubahan atau suatu perkembangan. Tapi berubah sesuai kondisi idealnya sendiri, dia anggap jauh lebih masuk akal.
Disisi lain, ada seseorang yang selalu kagum dan penasaran soal jalannya kehidupan. Dia yang pintar selalu yakin bahwa persamaan matematika yang ia tulis, berbeda jauh dengan sebuah penghapus yang jatuh, dan tiba - tiba menghilang padahal itu tidak dicuri.
Dalam perjalanan keduanya di kehidupan sekolah yang baru, berbekal kepribadian masing - masing yang mereka bawa. Keduanya bertemu.
Pada akhirnya, bagaimanakah mereka berinteraksi dan menanggapi kejadian yang terjadi di sekitar mereka? Jawabannya hanya tergantung pada tindak - tanduk keduanya saat menghadapi masalah nanti.