Symphony of love

Symphony of love

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 19, 2018
Violitta deandra mendedikasikan seluruh hidupnya untuk bermusik, sejak usia 5 tahun dia sudah mampu bermain biola layaknya orang dewasa. Berkat bakat yang diturunkan dari sang ayah yang juga merupakan seorang Violinist legendaris di masanya. Memiliki mimpi untuk menyandang gelar Bachelor of Music di Juilliard suatu saat nanti. Namun perlahan semangat untuk meraih mimpinya perlahan meredup. Ibunya meninggal setelah beberapa menit melahirkanya ke dunia karena jantung koroner bersarang ditubuhnya. Dan sekarang ia juga sedang mengidap penyakit yang sama seperti ibunya. Tak ada yang mampu mengembalikan semangatnya, kecuali biola dan seorang pria dengan alunan pianonya. Siapakah pria tersebut??? Mampukah ia mengembalikan semangat hidup Violitta yang meredup?
All Rights Reserved
#31
piano
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • VIOLAND [TERBIT]
  • When You're Lost in Blue Notes
  • Legato and Staccato
  • CINTA SI GADIS JAKARTA
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Istri buta pembawa keberuntungan Sang Mafia  (B×B) [ HITAUS DULU]
  • MANTAN PACAR TEMAN
  • Sincerity of Love (END)
  • CLBK With Single Mom Judes
  • ELIZABETH|•vsoo

[BEBERAPA PART DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN] * Hidup yang penuh tantangan karena kedua orang tuanya sudah pergi meninggalkan Violin Shakila sejak ia menduduki bangku SMP. Bermodalkan nekat, ia tetap berjuang melanjutkan hidup sebatang kara. Ia ingin mewujudkan impian kedua orang tuanya. Bekerja seakan menjadi kewajiban agar tetap hidup tanpa kedua orang tua. Hidup Violin tersusun rapi tanpa ada keluh yang terucap. Perempuan yang kerap disapa Violin mampu menyihir banyak lelaki yang mendekatinya. Terlalu banyak sampai Violin memilih seseorang yang paling pantas untuknya. Seorang lelaki yang membantunya bisa sembuh dari penyakit yang ia derita. Perjuangan untuk sembuh dari penyakit itu, membuat lelaki itu ikut berjuang juga untuk mendapatkan hati Violin dengan sulit. "Dunia itu susah untuk dikejar. Padahal aku nggak mageran! Apalagi mereka yang mageran, apa kata dunianya?" Bertahun-tahun, Violin sama sekali tidak menunggu akan hadirnya sosok lelaki baik, berhati buaya darat. "Sudah terlanjur dekat, terlanjur jatuh. Tinggal tancap gas menuju ke pelaminan." Ternyata hidup yang dibayangkan olehnya tidak selancar dulu, banyak hambatan yang harus disingkirkan. Hidup yang dulu indah, kini berubah menjadi sampah. Akan kah Violin masih terus melanjutkan perjuangannya sebagai seorang sarjana tanpa hadirnya? Atau berhenti sebagai mahasiswi pecundang? "Ingat, aku hanya mau kita melangkah bersama-sama sampai akhir! Aku, kamu dan keluarga kita!" ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines