Mommy untuk Daddyku

Mommy untuk Daddyku

  • WpView
    Reads 816,724
  • WpVote
    Votes 42,809
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 29, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Yehh si ibu di kira nyari pasangan kayak nyari makanan terus tinggal beli, terus selesai?" - Wasi - "Ihh tante itu pokoknya harus jadi mama aku sama Satria. Biarin gemuk yang penting enak dipeluk. Tapi Nanda juga suka nil-nil, bingung pilih mana?" - Nanda yanuar rizaldi - "Dasar perempuan suka cari muka, kalau bukan karena Nanda mana mungkin aku mau berdekatan dengan dia" - Alvin dwi rizaldi - Wasi' merupakan seorang perawat yang selalu ceria dan mampu membuat semua tertawa namun hanya orang yang benar dekat dengannya saja. Dia menyadari bahwa dirinya gemuk, pendek, dan jelek. Maka dari itu, harus rela dilangkahi sang adik menikah, dimana menikah dengan sahabatnya. Banyak yang membicarakannya bahwa dia tidak jadi nikah dengan pria karena sang pria sudah diambil oleh sang adik. Padahal selama ini dia tidak pernah memiliki hubungan spesial dengan sahabat yang sebentar lagi menjadi adik iparnya. Ingin sekali dia membuat orang yang membicarakannya berhenti. Bagaimana cara Wasi' melakukannya?????
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Extravaganza Wedding
  • Marry Me Marry Me Not
  • Istri Manja Kesayangan Mas Bram
  • The Brides
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • TOUCHED (End)
  • ISTRI RAHASIA GUS ADNAN : a big secret, puzzle the game

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines