Mommy untuk Daddyku

Mommy untuk Daddyku

  • WpView
    Reads 816,403
  • WpVote
    Votes 42,809
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 29, 2019
"Yehh si ibu di kira nyari pasangan kayak nyari makanan terus tinggal beli, terus selesai?" - Wasi - "Ihh tante itu pokoknya harus jadi mama aku sama Satria. Biarin gemuk yang penting enak dipeluk. Tapi Nanda juga suka nil-nil, bingung pilih mana?" - Nanda yanuar rizaldi - "Dasar perempuan suka cari muka, kalau bukan karena Nanda mana mungkin aku mau berdekatan dengan dia" - Alvin dwi rizaldi - Wasi' merupakan seorang perawat yang selalu ceria dan mampu membuat semua tertawa namun hanya orang yang benar dekat dengannya saja. Dia menyadari bahwa dirinya gemuk, pendek, dan jelek. Maka dari itu, harus rela dilangkahi sang adik menikah, dimana menikah dengan sahabatnya. Banyak yang membicarakannya bahwa dia tidak jadi nikah dengan pria karena sang pria sudah diambil oleh sang adik. Padahal selama ini dia tidak pernah memiliki hubungan spesial dengan sahabat yang sebentar lagi menjadi adik iparnya. Ingin sekali dia membuat orang yang membicarakannya berhenti. Bagaimana cara Wasi' melakukannya?????
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marry Me Marry Me Not
  • Istri Manja Kesayangan Mas Bram
  • Don't Cinderella (END)
  • TOUCHED (End)
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Extravaganza Wedding
  • GHAZI ELZIO [TAMAT]

Pra dan Neri bertetangga sejak kanak-kanak. Hubungan mereka sudah seperti kakak dan adik. Sama-sama sulung, sama-sama yatim, juga sama-sama memiliki ibu yang sulit, membuat mereka dekat karena merasa senasib. Tetapi jangan harap mereka terpikir untuk menjalin hubungan lebih dari itu. Apalagi untuk menjajagi kemungkinan mereka berjodoh atau tidak. Nope! Berjuta alasan membuat keduanya menghindari keterlibatan dalam urusan super sensitif itu. Apalagi Mama Pra juga tidak segan-segan menunjukkan antipati kepada keluarga Neri. Sejak Neri beranjak dewasa, wanita paruh baya itu sangat tak menyukai keakraban putri tetangga sebelah dengan putranya. Sangat tidak pantas karena Neri kurang terdidik dengan baik. Tidak feminin sama sekali, juga kurang menjaga tata krama. Gayanya terlalu nekad untuk ukuran perempuan. Dan tidak segan-segan melawan pendapat orang yang seharusnya dia hormati. Neri juga tidak tahu malu, bergaul seakrab itu dengan Pra. Tidak bisa menjaga kehormatan diri. Terlalu santai dalam berinteraksi dengan Pra yang nota benenya adalah lawan jenis. Nenek Lampir. Itu adalah julukan yang diberikan oleh Neri kepada Mama Pra. Menyebalkan, sombong, dan angkuh luar biasa. Heran deh, bagaimana bisa cowok kalem dan baik seperti Pra dilahirkan dari perempuan yang memiliki sifat mengerikan begini! Seolah aku doyan aja sama anaknya! Omelnya. Jadian sama Pra? Nehi! Itu maunya Neri. Dan semoga dia tidak termakan kata-katanya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines