Break Up

Break Up

  • WpView
    Reads 1,531
  • WpVote
    Votes 415
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 24, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Hilmy itu baik, nggak berandalan, tapi suka semena mena sama cewe. Hilmy itu cinta Hanna, bodoh nya di sia siain. Hanna itu klise, keras kepala, mudah jatuh pada buaian Hilmy. Tapi hati Hanna selembut salju, walaupun sudah disakiti beberapa kali, dia punya tameng untuk menahan nya. Dimana suatu hubungan yang awalnya baik baik saja tiba tiba harus sempat berpisah lalu bersatu lagi. Berawal dari suatu ancaman yang mengaharuskan mereka berpisah. Dan dari satu ancaman itu semua masalah datang menimpa mereka. Bisakah Hanna merelakan Hilmy? Dan bisa kah Hilmy melupakan Hanna? -based on true story-
All Rights Reserved
#474
cogan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stolen Before Fallen
  • Kayla
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Ada Apa Dengan Rangga ?
  • My Sweetest Popcorn
  • Ku Kira Kita Searah
  • Di Balik Kacamata [END]
  • TOUCHED (End)
  • NADIRA
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]

Ayla, tanpa sengaja harus terlibat dalam hubungan yang rumit dengan Nata, seorang siswa pindahan yang seringkali terjebak dalam situasi yang kian membuatnya penasaran. Tetapi siapa sangka jika rasa penasaran yang ia miliki justru berubah menjadi rasa nyaman, seolah ia telah lupa bahwa ada hati gadis lain yang masih ia tawan. Sungguh, kali ini ia mengaku lalai dan terperdaya. Tak hanya sekali keduanya mencoba saling melepas, menarik diri, dan kembali. Tapi apa daya jika hati justru saling tertaut akibat rasa rindu yang tak terpungkiri? "We have to stop." Nata menangis. Untuk pertama kalinya, air mata itu turun untuk perempuan selain ibunya. Sebelumnya Ia bahkan tak pernah menangis ketika kekasihnya mendua. Dunia pun mungkin ikut mencaci. Tapi, siapa yang sebenarnya ingin kau maki? Tolong, jangan mudah menghakimi apa yang kau sendiri tak jelas ketahui. Bukankah akan lebih baik jika kau mencoba memahaminya dari berbagai sudut pandang sisi? 🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines