Pluviam
  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 25, 2018
Raita Natasha: "Hujan yang mempertemukan kita, ku harap bukan hujan yang memisahkan kita" Zein Alfano: "Kita dipertemukan saat hujan, ku harap kita tidak dipisahkan karna hujan" •••••• Zein memperhatikan raita dari samping sembari memeluk dirinya yang kedinginan karna hujan yang turun cukup deras, "Rambut lo basah tuh" ujarnya Raita menolehkan kepalanya refleks, "iya basah" ucapnya lembut sembari menyentuh bagian kepalanya yang basah terkena air hujan Hati raita bergetar, bagaimana bisa sosok zein yang cuek tapi tidak datar, yang kalem tapi tidak diam bersikap se-peduli itu, bahkan dalam bayangan raita pun zein sangat mustahil berlaku seperti itu. •••••• cuma kisah klasik tentang hujan, baca silahkan gak baca gak apa?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • rain untuk senja
  • Hujan Di Langit November
  • Just a Little Closer [Completed✔️]
  • RAIN [Stay With Me]
  • Rainfall✔[Completed]
  • Hujan di Matamu | (Completed)
  • Senja Setelah Hujan Desember
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Rianbow [SHS 1]

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines