Story cover for Digibooth! by abby-sciuto
Digibooth!
  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Sep 13, 2017
Raevalina Aliyah alias Eva, berusia 15 tahun (tahun depan 16), berperawakan kurus dengan rambut sebahu itu merupakan satu dari sekian banyaknya spesies manusia mager, alias malas gerak.

Eva yang merasa lelah karena Ibundanya selalu saja cerewet menyuruhnya untuk ikut bimbel, --padahal dia malas sekali untuk bimbel, akhirnya mendapat solusi.

Ia akhirnya bertemu dengan Digibooth!
Tetapi, disana, dia juga harus bertemu dengan seseorang yang justru membuatnya semakin ribet.

Kiranya apa saja yang akan ia temukan dari Digibooth?
All Rights Reserved
Sign up to add Digibooth! to your library and receive updates
or
#133mager
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Caramel cover
DIFFERENT TWINS [ END ]  cover
Between (On going) cover
My Protector, Arvin [END] cover
Because I'm Stupid (End) cover
ATHELA [ON GOING] cover
I'm okay (END) cover
After J (Complete) cover
ALEXON [END] cover

Caramel

67 parts Complete

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?