Melting Ice Cream

Melting Ice Cream

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 23, 2017
Entah kenapa, kejadian sembilan tahun silam itu terus teringat di kepalaku. Kamu berdiri di sana, dengan kepolosanmu dan es krim di tanganmu. Seakan-akan ini semua sudah diatur, kebetulan yang telah ditakdirkan untuk kita. Aku bertemu lagi denganmu, dengan segala perubahan. Kita telah berubah, tak lagi seperti dulu yang lucu dan lugu. Perpisahan meninggalkan kenangan yang tak terlupakan ... Lalu, sebuah pertemuan yg manis, menyenangkan, tapi singkat. Sama seperti es krim yg meleleh dalam mulut.
All Rights Reserved
#260
jepang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Happens for a Reason
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Kuas,Cat dan Cinta
  • [END] Blind Rainbow
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • Nuginara [END]
  • Cerita Tentang Kita
  • MoodBoster [THE END]
  • My Life, My Destiny
  • DENTING  [Revisi]

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines