Reditus

Reditus

  • WpView
    Reads 550
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 13, 2018
Aku tidak sedang memainkan layang-layang yang menarik ulur sesuka hati, tapi kamu selalu menganggapku seperti itu. Aku juga bukan pelangi yang memberi keindahan namun hanya sementara. Aku hanya ingin menjadi bintang yang siap menemani bulan disaat langit cerah maupun tidak. Mungkin kamu bisa memahami itu setelah melihat kekosongan dalam hidupku. Sekarang, bisakah kamu mengerti?
All Rights Reserved
#484
php
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Loving Like The Sun
  • Auristela
  • Tanya Hati
  • Ketika Cinta Tak Lagi Gratis ❤️ ON GOING ❤️
  • Teruntuk Mia
  • Halaman Terakhir Untuk Gara [END]
  • Only A Hope
  • Semu [Completed]
  • Cuaca
  • SOMEDAY [completed]

Kristal hanya ingin hidup seperti remaja lainnya-bebas, tertawa, dan mencintai. Tapi alergi dingin dan bayang-bayang masa lalu menjebaknya dalam dunia yang sempit. Ibunya terlalu protektif. Mimpinya terlalu jauh. Hidupnya terlalu sunyi. Lalu datang Elvaro. Cowok menyebalkan, penuh masalah, tapi punya satu hal yang tak bisa Kristal tolak: cahaya. Terjebak dalam proyek podcast kampus, mereka terpaksa berbagi waktu, ruang, dan cerita. Lambat laun, Kristal menyadari... bahwa terkadang, matahari bisa menyinari bahkan dari balik awan luka. Namun, saat hatinya mulai hangat, masa lalu pun ikut mendekat. Elvaro menyimpan rahasia besar-yang bisa meruntuhkan semua yang Kristal bangun dengan susah payah. Dan kini, di titik perpisahan dan pilihan... Kristal harus belajar mencintai, bukan dengan rasa takut, tapi seperti matahari: hangat, tulus, dan tetap bersinar-meski segalanya belum pasti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines