Bara dan Biru

Bara dan Biru

  • WpView
    Reads 140,393
  • WpVote
    Votes 9,590
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadComplete Wed, Feb 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Saya suka kakak." Kata-kata itu terlontar dari bibir mungil milik Biru. Jantungnya berdegub sangat cepat. Telapak tangannya basah karena keringat. Kaki lemasnya dipaksa untuk tetap berdiri tegak dihadapan laki-laki jangkung itu. "Saya nggak bisa jadi pacar kamu, maaf." "Tapi saya nggak meminta kakak untuk jadi pacar saya. Saya hanya mengungkapkan apa yang selama ini saya rasakan. Dan sekarang, saya lega sudah mengungkapkan. Terimakasih atas waktunya kak. Maaf mengganggu." Setelahnya Biru pergi, meninggalkan laki-laki itu di halaman belakang sekolah. Tempat Biru menyatakan perasaannya. ***
All Rights Reserved
#384
biru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inersia
  • Samudera (JUPITER SERIES #2) [TERBIT]
  • Andran [COMPLETED]
  • BIRU UNTUK AKSARA [New Version]
  • Fake Nerd ✔
  • Dear And Love
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • ICE PRINCESS • (SUDAH TERBIT)
  • Where The Feelings
  • PERJODOHAN DINI 1
Inersia

Awalnya tidak ada yang salah dengan Risyafa Airen. Seorang murid perempuan tingkat akhir di sekolah menengah atas. Eh, ada yang aneh satu hal. Perempuan ini hobi membolos. Sekolah udah seperti punya Ayahnya aja! Satu kejadian di kelas membuat Revanza mau tidak mau berhubungan dengan Risya, karena Revan menyenggol teman seperjuangannya Risya. Berawal dari kejadian itu, tanpa disadari "tidak ada yang salah" dengan Risya ternyata hanya luarnya saja. Revan tidak tau bagaimana Risya menghadapi semuanya. Menghadapi rentetan kejadian yang meremukkan hati, mematahkan harapan dan menghancurkan hidup seolah tidak berujung. "Karena pada dasarnya manusia cuma pengen dihargai dan didengarkan. Itu semua udah cukup untuk menenangkan diri, kalau abis ini: semuanya bakal baik-baik aja. Emang sih cuma kata-kata dan kedengeran bullshit. Tapi, kata-kata ini yang bikin orang jadi semangat untuk lanjutin hidup, bahkan ketika dunia menyuruhnya untuk menyerah."

More details
WpActionLinkContent Guidelines