To: You
  • WpView
    LECTURES 49
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., mai 24, 2019
To: You Aku Araciela Bernatneta. Sering dipanggil Ara. Surat ini, kuberikan kepada kamu si pemilik yang menitipkan tulang rusuknya padaku. Banyak sekali pertanyaan yang ingin kusampaikan padamu. Pertama, Siapa Kamu? Kedua, Apa kau disekitarku? Ketiga, Apa Kamu memikirkanku juga? Kuharap begitu. Semoga Tuhan lebih cepat mempertemukan Kita. Semoga doa yang kusampaikan padamu memang benar nyatanya. Love you Ara.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ANARAN
  • POTEK [Selesai]
  • Nothing Is Impossible
  • Rasa Tanpa Kata
  • My Illegal Boyfriend
  • ALAN ✔
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Bara & Tara
  • Abrega
  • ZELINARKA
ANARAN

Hari ini Ara sedang berada di perpustakaan bersama Nanta disampingnya yang terus saja kesal dengan tingkah laku Ara, Mengapa ia bisa menemui perempuan dengan spesies seperti Ara ini? " Nanta? Baca buku apa? " " Ara juga mau baca dong, Boleh? " " Judulnya itu apa bukunya? " " Emang Nanta gak cape liat rumus kaya gitu? " " Ara aja cape ngeliatnya " " Kok Ara dicuekin sih sama Nanta, Nanta ngomong dong. " Begitulah celotehan Ara yang membuat Nanta naik pitam, Ia sudah jengah dengan ocehan tidak jelas dari mulut Ara. " LO! LO BISA GAK SIH, GAK USAH GANGGU GUE SEHARI, LO TUH SAMA AJA KAYA CEWEK MURAHAN DI LUAR SANA YANG NGEJAR NGEJAR COWOK YANG JELAS GAK SUKA SAMA LO!! SEKARANG LO PERGI DARI SINI!!! DASAR BITCH " Bentak Nanta membuat petugas dan murid di perpustakaan menatap ke arah Ara dan Nanta. " Nanta? Setiap kata kata yang keluar dari mulut Nanta sebenarnya bikin hati Ara sakit, Tapi... Sekarang ucapan Nanta bener bener bikin hati Ara lebih sakit dari sebelumnya, Maaf kalau Ara ganggu Nanta. Sekarang Ara kecewa sama Nanta yang udah permaluin Ara disini. " Setelah mengucapkan itu Ara pergi dari perpustakaan dengan air mata yang menetes dan jalan yang masih sedikit pincang. © Adilla Basyarah

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu