Kasihku Satu

Kasihku Satu

  • WpView
    LECTURAS 1,078
  • WpVote
    Votos 31
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa1h 47m
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 2, 2018
"Walaupun dunia KITA berbeza,walaupun dugaan yang mendatang. SAYA akan cuba untuk mendampingi AWAK hingga ke hembusan terakhir SAYA....",Bait-bait kata Tengku Khuzairi itu disimpan kemas di dalam ingatan seorang gadis biasa yang bernama Mia Inara. "Biarpun waktu yang pisahkan KITA, SAYA tetap percaya kepada takdir. Jika saya ditakdirkan menjadi jodoh AWAK, SAYA akan menemani AWAK selagi SAYA bernyawa...." ,Ungkapan yang cukup ringkas yang keluar daripada bibir manis Mia Inara cukup membuatkan Tengku Khuzairi percaya pada takdiri Ilahi..........
Todos los derechos reservados
#5
mateen
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Past and Present - Original story
  • BATTLE OF FATE
  • Unmasking Caspian: The Love He Never Knew He Needed
  • Advika - A tale of her Destiny
  • ME STESSA
  • "Tulips🌷" - a deep and passionate love story
  • RA'AYI NA NE
  • ABIN DA YA BAKA TSORO 🦋
  • The Rain's promise (ZeeNunew)
  • Mutiara ✔ [Completed]

Lelucon macam apa ini, Tuhan? Kenapa setelah delapan tahun, Kau kembali mempertemukan kami? Kenapa disaat aku mulai melupakan dia? Dia masih sama, bahkan bertambah tampan. Dengan bahunya yang tegap dan dadanya yang bidang. Dia masih sama. Suka sekali menggoda ku. Suka sekali melihat aku malu. Suka sekali melihat ku marah-marah. Laki-laki ku yang manis dan ramah telah berubah menjadi pria dingin tak berperasaan. Dan saat aku mendengar suaranya, aku tahu bahwa semuanya tidak lagi sama seperti dulu. -Alexis Rima Wijaya Aku tidak tahu takdir seperti apa yang Kau tuliskan untukku. Aku tidak tahu kenapa setelah delapan tahun berlalu, Kau kembali mempertemukan kami. Memposisikan dia sebagai sekretaris ku, memungkinkan aku untuk selalu melihatnya. Dia masih sama, bahkan bertambah cantik. Dengan rambut coklat nya yang bergelombang dan senyum manis yang selalu terukir diwajahnya. Dia masih sama. Bahkan caranya merona malu saat ku goda. Caranya berbicara dengan ku saat sedang marah. Gadis kecil yang manis telah berubah menjadi wanita dewasa dengan segala pesonanya. Dan saat aku tahu bahwa aku tidak pernah melupakannya, aku sadar bahwa kenyataan membuat semua tidak lagi sama seperti dulu. -Ferdinand Surya Sumirat

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido