[Hiatus]Who Is Me?

[Hiatus]Who Is Me?

  • WpView
    Reads 368
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 14, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Hidup akan menjadi lebih indah dengan menjadi diri sendiri" Itulah kalimat yang sering orang ucapkan.Tapi bagi Miya,itu semua hanya omong kosong belaka yang dibuat dibuat hanya untuk memotivasi seseorang Aku ya aku,dan kamu ya kamu Tapi tunggu dulu! Memangnya aku itu siapa? Aku ingin jadi anak normal!!! Sebuah kisah kehidupan tentang seorang gadis SMP yang tidak bergaul dengan cara biasa. Pertemanan,persahabatan,pengkhianatan,pertengkarang,kebersamaan,perpecahan,bahkan Romansa Semuanya terurai dalam buku kecil ini
All Rights Reserved
#79
me
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mystic Reveries: Chronicles of the Soul's Journey
  • Kathréftis {καθρέφτης}|| End✓
  • Arsyilazka
  • Insecure [REVISI]
  • Narasi patah hati
  • HEARTACHE [Completed]
  • Yang Dicari
  • Meneroka Jiwa 2

Dalam dunia di mana kenyataan dan mimpi saling bertaut, sebuah perjalanan dimulai. Buku ini mengundang pembaca untuk menjelajahi kedalaman jiwa melalui dongeng-dongeng yang penuh keajaiban dan renungan. Setiap kisah adalah jendela menuju dimensi lain-tempat mitos kuno hidup berdampingan dengan kebijaksanaan yang tak lekang oleh waktu. Dari seorang gadis yang berjuang melawan kutukan kegelapan di hutan magis, hingga roh yang terperangkap di lautan waktu, setiap cerita membisikkan pelajaran tentang keberanian, pengorbanan, dan harapan. Dalam setiap lembaran, pembaca akan menemukan percikan makna yang dapat membimbing mereka menghadapi pergulatan batin mereka sendiri. Dongeng-dongeng ini bukan sekadar kisah, tetapi sebuah perjalanan jiwa-menghadirkan refleksi mendalam tentang cinta, kehilangan, dan keindahan dalam kerentanan. Diwarnai dengan elemen fantasi yang memukau, buku ini mengingatkan bahwa setiap jiwa memiliki cahayanya sendiri, meski sering tersembunyi di balik kabut ketidakpastian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines