Aleandra

Aleandra

  • WpView
    Reads 632
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 25, 2017
Mencintai itu bukan soal persamaan atau perbedaan,tapi soal rasa. Dan kita juga tahu, itu di luar kendali kita. ____________________________________________ "Gue nggak bisa" "Kenapa?" "Karena kita berbeda" "Kita emang beda kan, aku cewek kamu cowok" Laki-laki itu mengusap wajahnya kasar. Ia tahu gadis itu hanya bercanda untuk menutupi ketakutannya,sama seperti dirinya. "Pokoknya gue nggak bisa" katanya penuh penekanan. "Aku nggak peduli kamu bisa atau nggak. Tapi yang harus kamu tahu, Aku cinta sama kamu nggak butuh persetujuan dari siapapun termasuk dari kamu" ujarnya sambil menunjuk dada laki-laki yang berdiri di depannya.
All Rights Reserved
#467
firstlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trapped By A Pervert
  • Dear Us [COMPLETED]
  • Incest (TERBIT)
  • Trial & Error
  • Amor Almira
  • Mr. Perfectly Fine [COMPLETED]
  • LOSE OR GET YOU
  • Hidden love At School
  • Syaren
  • Salju Pertama di New York

[END] Anneth Andira Pramudya adalah seorang mahasiswa tingkat tiga yang tinggal bersama papanya di Sydney. Mereka pindah sejak Anneth berusia 13 tahun. Kedua orang tuanya bercerai dan Anneth lebih memilih mengikuti sang papa dan harus rela berpisah dengan mama dan kakaknya yang tinggal di Jakarta. Edward Andrew McCharter, pengusaha muda yang cukup berpengaruh di Sydney. Dirinya tak pernah merasa kekurangan materi sejak kecil karena bisa dibilang ia dibesarkan dengan sendok emas di mulutnya. Edward adalah gambaran pria idaman seorang wanita. Namun percayalah, pria itu tak pernah menjalin hubungan yang serius hingga usinya memasuki 29 tahun. *** "Can I hug you?" Bisiknya dengan suara lirih. Aku kembali menatapnya. "Sorry, I know we're stranger. I dont mean anything" ujarnya dengan cepat saat aku tak meresponnya. *** "Terima kasih. Tapi saya harap kamu akan melupakan kejadian ini. Dan jika suatu saat kita bertemu, saya akan menghargainya jika kamu tak mengungkit hal ini" ujarnya. *** "Saya yakin kamu bisa merasakannya bukan?" Bisik pria yang ada di belakangku. "You're a pervert Mr. McCharter" balasku membuat pria itu terkekeh . *** Penasaran dengan kelanjutannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines