No Old Friend

No Old Friend

  • WpView
    Reads 584
  • WpVote
    Votes 208
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 13, 2017
"Jika cinta itu bahagia, mengapa hanya aku yang merasakan sakitnya?" - Ada banyak perubahan yang terjadi ketika mereka bertemu kembali. Namun satu, perasaan itu tetap sama. Ada rindu yang menggebu saat mereka bertatap muka kembali. Namun satu, luka itu masih terlihat. Jelas. Memeluk mereka seolah waktu tak mampu membunuhnya. Livia benar, waktu bukan penyembuh luka yang tepat. Waktu hanya akan menghilangkan dan memutar ulang luka itu dengan mudah. Jika itu yang terjadi, akankan persahabatan mereka kembali? Bagaimana jika pertemuan itu hanya akan melibatkan percikan luka masa lalu kembali muncul? Atau, ini adalah saat yang tepat agar mereka bisa berpisah secara baik-baik? - A/N nsyahyani
All Rights Reserved
#577
janji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Destiny
  • Setelah Luka - a story about healing and love that finally feels right
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Kita Sembuh Bareng?
  • CHAGRIN
  • Raden
  • Andira [End]
  • GLANCE
  • A RECCURING PAST
Destiny

Orang bilang, cinta akan selalu memberikan kebahagiaan bukan? Tetapi, mengapa disaat aku merasakan kembali akan cinta, bukan kebahagiaan yang aku dapatkan melainkan keterpurukan? Tetapi, mengapa disaat aku baru saja meraih cintanya harus terpaksa melepaskannya? Tetapi, mengapa disaat aku baru saja bahagia bersamanya harus mengalami kepedihan tiada tara atas kehilangannya? Dan kenapa aku ditakdirkan tidak bisa menikmati cinta yang katanya indah itu? Apa tuhan membenciku? Atau kah aku yang tidak pantas mendapat kebahagiaan itu? ●●● Truth be told. This the destiny that must be accepted

More details
WpActionLinkContent Guidelines