Just A Dream [ One-Shot ]

Just A Dream [ One-Shot ]

  • WpView
    Membaca 52
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Sep 17, 2017
WpInfo
Non-fiksi
Rintikan-rintikan hujan pada musim penghujan, aroma khas dari turunnya hujan. Membuatku kembali terpikirkan tentangnya, apakah mencintai seseorang sesulit ini? Haruskah aku mengutarakannya sekarang? Di jam ini, menit ini, detik ini?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#92
arya
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dia Hujan dan Cinta Pertama
  • Tarian Musim Hujan
  • Heartbreak (Completed)
  • Catatan hujan - "Quote&Poetry"
  • Hiperbola Hati (COMPLECTED)~
  • Rainy Day (complete)
  • Relang (Vrene Lokal) - END

Sesaat ketika hujan turun, aku berpikir waktupun telah berhenti. Dan aku di satukan dalam kebahagiaan yang menyakitkan. Ada masa ketika musim hujan itu, aku menumpahkan semuanya dalam tangisku. Dan aku tertawa atasnya. Namun saat ini, ketika hanya ada musim kemarau di hatiku, aku merindukan hujan itu. Bahkan ketika tahu, bahwa aku berada di bawah rintik-rintik hujan yang menggelora, aku tetap merasa, itu bukan hujan yang aku rindukan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan