Meraba Jejakmu

Meraba Jejakmu

  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 30, 2017
Taman kota masih sunyi,burung-burung sibuk mematuk jagung yang baru saja kutebar,aku duduk di bangku kosong,menatap langit dengan awan yang menggumpal indah. Sejenak terlintas dibenakku tentang kejadian minggu lalu. Dia yang tiba-tiba berkata bahwa hubungan yang sudah lama berlalu dengan baik-baik saja ini harus berakhir. Pelupuk mataku membendung,hampir saja aku terisak,cepat ku usap. Apakah kau pernah berpikir akan perasaanku? ...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Kacamata [END]
  • Cerita Pendek - Separuh Hati
  • [COMPLETED] 7 Days
  • Summer Waves [2023]
  • CERITA PENDEK
  • Rainy Day (complete)
  • Sexy Daddy
  • Antologi Cerpen & Cerbung (Kumpulan Cerita Pendek)

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines