Langkah Huzainun

Langkah Huzainun

  • WpView
    LECTURAS 74
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, sep 17, 2017
WpInfo
Fanfic
Miraculous Ladybug
"Ya habibi, aku masih bisa bertahan diatas kedua kaki ku ini. Menceritakan perjalanan ku yang belum selesai. Taklah ku tahu apa itu cinta hingga saat ini. Jika kau tau, maka ajarkanlah cinta padaku, Habibi. Kata orang, aku adalah wanita egois. Tak pernah memikirkan kehidupan yang harmonis. Mendengar mereka, aku hanya tertawa. Tak tau harus bagaimana. Tak bisa apa apa Habibi." Katanya dengan wajah yang berbinar senja. "Ainun tak mengerti apa itu cinta. Yang benar saja. Wanita macam apa yang selalu berpetualang mencari senja dan bahagia tanpa tahu batasan langkahnya?." Katanya memperagakan ucapan Syiha tempo hari. Wajahnya kembali berbinar. "Sekali lagi aku hanya bisa diam Habibi. Sampaikah aku pada mimpi ku menggapai bulan?.. Rabb tahu segala kegelisahan ku bukan?. Aku tak perlu memikirkan apapun. Satu hal yaitu, aku melangkah dijalan ku. Dan perjalanan ini belum selesai Habibi." Senyum Ainun kembali mengembang. 🎬🎬🎬
Todos los derechos reservados
#665
generalfiction
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • GARIZAH JAUZA (END)
  • AZALEA
  • Adira-Axel (Completed)
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Takdir Hijrah dan Sepertiga Malam (On Going)
  • Said Bismillah if you love me
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Duhai Habibi [On Going]
  • Senja Assyifa [COMPLETED]

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido