Jova
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 3, 2017
"Boleh minta nomor lo?" tanya Varras. "Buat?" jawabnya. "Ntar kalo ada apa-apa gampang ngehubungin lo." sahut Varras. Dia menuliskan sesuatu di sebuah robekan kertas. "Nih." "Ok, thanks." Varras pun kembali ke tempat duduknya . Bukan bukan, ini bukan tentang Varras dan Dia. Tapi tentang Varras dan Kamu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FARZAA
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Meet and Pass
  • cinta dingin sang ketos
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • Clara Calista
FARZAA

"Kenapa di nama panggilan lo, huruf 'A' yang terakhirnya ada dua?", kata gadis itu sambil menengok orang yang ditanyanya barusan, yang kini tengah berada di sampingnya. Ia sempat kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan gadis yang berada di sampingnya itu. Pasalnya hanya dia yang memerhatikan namanya dan berani bertanya kepadanya. "Ngapain lo mikirin nama gue? Gak penting banget." Jawab Farzaa akhirnya, tanpa melihat ke arah lawan bicaranya. Gue pokoknya harus tahu, guamamnya dalam hati. "Eh iya sih, yang penting kan, kita bisa menghasilkan uang, kita punya uang, dan kita juga bisa menikmati uang kita." gadis itu tertawa sebelum mengucapkan kalimatnya yang baru ia lontarkan. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari gadis itu barusan, tapi ia bersikap seolah biasa saja dan berkata "Gak semua orang bahagia karena uang. Dan gak seharusnya juga lo terus jadiin seolah-olah uang adalah segalanya dan uang sebagai pemeran utama dalam kehidupan lo". Gue harus ubah cara pikir lo, batinnya. Sebelum gadis itu menjawab, ia melanjutkan perkataannya. "Uang itu salah satunya. Bukan satu-satunya", ia tersenyum dan berbicara setenang mungkin. "Lalu apa?", balasnya dengan gugup setelah mendengar penuturan laki-laki di sampingnya, yang ia sendiri tidak menyangka tanggapannya akan seperti itu. "..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines