Lau Samatha

Lau Samatha

  • WpView
    Reads 797
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 9, 2019
Rencana terbaik itu dari Allah. Bagaimanapun mereka masih sah dalam negara, walaupun secara agama mereka sudah tiada apa apa. Bagaimanapun semua ini rencanaNya Husein tak bermaksud mempermainkannya, Dan Ia hanya ingin menuruti Fatir saudaranya, Ia masih ingin setia pada istrinya, Meski ibunya selalu menyuruh mencari pengganti dambaan hatinya. " Tidak Bun, dia masih istriku, aku masih ingin setia menunggu nya. " Fatir pun menyahut," Tidak kah kau mau membantu ku satu kali ini saja dik, " " Baiklah, tapi jangan salahkan aku bila dia akan benar benar cinta padaku. " " Aku serahkan segala nya pada Allah, kelak jika dia jodohku. Dia kan kembali padaku. " Pada dasarnya semua yang terjadi atas kehendak-Nya. Lihat kelanjutanya:')
All Rights Reserved
#182
kesetiaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ustadzah Assyifa✔️
  • Jodoh Terhalang Restu
  • TAKDIR dan DO'A
  • She Is not Cleopatra
  • Aku Dan Sebuah Do'a (Sudah Terbit)
  • Let Me Love You (Complete✔)
  • Gus Rezvan & Sofia
  • My Mine(End)
  • Rahasia di Balik Istana Pasir (END)

Jangan lupa follow sebelum baca..! Kisah seorang wanita yang begitu tegar menjalani ujian hidup yang mendera nya. Pernah mengecap manisnya pernikahan namun juga Pahitnya perceraian. Namun takdir Allah memang akan selalu berbuah manis bagi mereka hamba yang sabar. Karena pada akhirnya Dia akan di pertemukan dengan sosok Lelaki yang tepat. " Lalu bagaimana bisa Pernikahan di lanjut Jika mempelai Pria nya saja tidak ada..!" kata Pak Imron selaku ayah Syifa dengan gundah. Syifa hanya bisa meringis dalam pelukan Ibu nya. Sejak awal dia memang punya firasat tidak enak tentang perjodohan ini. Dia memang Janda tapi bukan berarti bisa dipermainkan seenaknya. " Tunggu dulu Pak Imron..!" Sergah Bu Nyai sambil tersenyum jumawa. " Daripada di batalkan, bagaimana jika kita lanjutkan saja pernikahan ini dengan mempelai Pria lainnya.. Yang Insyaa Allah jauh lebih baik dari Pria itu.." Syifa membelalakan mata nya tak percaya dan merasa ini adalah sebuah lelucon ketika dia dinikahkan dengan seorang Lelaki yang pernah menjadi anak didik nya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines