Puisi Untuk Sang Biru

Puisi Untuk Sang Biru

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Nov 6, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Dia. Seperti lautan. Tenang tanpa riak dan gelombang. Seperti langit. Kadang cerah, kadang juga kelabu. Terlalu semu untuk diraih. Namanya Biru. Yang dalam hidupnya, hanya mengenal hitam dan putih. Hanya mendengar dengungan sunyi. Dan hanya dapat merasakan kelu lidah yang tak dapat diungkapkan. Lalu, gadis itu datang. Merubah semuanya. Mulai mengenalkan Biru semua warna dalam kehidupan. Mengenalkan Biru sebuah melodi indah yang tak pernah Biru dengar. Mengenalkan Biru tentang rasa yang tak perlu untuk diucapkan. Ketika hanya goresan kata yang mampu untuk berbicara. Dari sanalah, melodi indah itu datang. Story by : Satyir
All Rights Reserved
#458
jingga
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Lautan
  • Blue Orangeade
  • Biru Jingga [SELESAI] ✔️
  • HAPPINESS • DewTee (PROSES REVISI)
  • LANGITKU BERWARNA KAMU
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Senja di Langit Biru [Complete]
  • Langit Biru [END]
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
Lautan

Menurut Biru, hidup itu ibaratkan seorang manusia yang mengambang di tengah lautan lepas. Di tengah fatamorgana kebiruan itu manusia punya pilihan, antara berusaha atau justru sebaliknya, meski dia tidak tahu persis apakah ia akan tetap hidup atau mati kesia-sian. Tapi setidaknya masih ada keinginan untuk menggapai harapan, bahwa ia akan menemukan daratan. Dalam perjalanannya, tentu ada terik, badai, dan ombak pasang yang hampir menenggelamkan. Dalam benaknya terbesit dua kemungkinan, daratan itu ada dan indah atau daratan itu abu-abu dan hanyalah oasis dari angan ketidakpastian. Biru tahu terlalu lebay menyamakan hidupnya dengan nasib manusia yang sedang terombang-ambing. Namun mental remajanya yang masih labil membuatnya selalu menyerah, sama seperti pilihannya jika di tanya seandainya Biru sendiri yang mengambang di lautan lepas. Biru tak bisa berenang seperti Samudra, kembarannya, yang bahkan pernah juara satu lomba renang dan lagi-lagi di puji Papa. Biru tak bisa cantik macam matahari yang dapat mencairkan sikap dingin Arvin. Dan Biru selalu tak bisa menghindar dari segala kritikan dan sikap nyeremin Nebula, yang ibaratkan kutub negatif tertarik ke kutub positif. 2. 12. 2022 s/d 25. 01. 2023 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman