Never Faded

Never Faded

  • WpView
    Membaca 23
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 1, 2018
Ketika ego dan emosi yang menguasai bahkan cinta, keikhlasan serta ketulusan hanya akan menjadi angin yang tak berarti. Berhembus kesana kemari tiada henti. Sampai akhirnya di lupakan dan di tinggal pergi Mencintai shima adalah pekerjaan utama attar. Membuat shima bahagia adalah tujuan hidup attar. Hanya shima dunianya. Segala hal akan attar berikan untuk shima. Gadis manis teman masa kecil yang selalu attar sayangi dan lindungi dari dulu. Cinta bukanlah rasa yang diberikan Tuhan untuk shima. Tidak pernah terfikirkan shima akan menemukan bahkan merasakan cinta. Karena hidup dengan cinta hanya akan membawa petaka. Shima sangat tahu akan perasaan attar. Namun shima tidak bisa memberikan attar kesempatan sedikitpun untuk menghadirkan cinta dalam hidup shima. Kisah yang hanya ingin menghadirkan cinta walau itu sangat mustahil. Akankah cinta mampu meruntuhkan beton yang sangat kuat itu. Ataukah cinta akan terhempas dan hilang selamanya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#74
secondlife
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ALSTARAN [END]
  • What And or End Why
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Bahagia Ada Bersamanya (END)
  • The Last Birthday With You
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Eloven Is Endless Pain [END]
  • SandalWood (Selesai) on revision
  • Angkasa

"Pergi aja bangs*t!!!" "Gak." ------- "Janji sama gue Star, setelah ini lo harus jadi pengganti gue. Alagars butuh ketua." ------- "Gue cuma gak nyangka aja, ini cepet banget Bri." ------- "Papah dengar kabar kalau Devon meninggal, ini semua pasti karena mu." "Iya gue yang bunuh kenapa? Mau masukin gue ke penjara? Silahkan!" ------- "Lo tahan ya Le. Bentar lagi. Please gue mohon tahan sebentar lagi, ambulan bakal dateng Le." ------- "GAK! INI ITU SALAH DIA! SALAH ANAK SIALAN ITU! DASAR KAMU ANAK PEMBAWA MASALAH!" ------- "Lo tau? Lo udah buat gue khawatir." ------- "Cepet sembuh, biar cepet sekolah. Soalnya PR banyak." ------- "Lo mau jadi cewe gue?" ------- "Kalau mau bunuh gue, jangan setengah-setengah Pah, sakit." "Setelah lo sakitin badan gue, lo pergi. Cuma Bi Inah yang gak pernah bosen buat ngobatin luka-luka di tubuh gue. Setiap malam gue gak bisa tidur nyenyak karena badan gue yang sakit akibat pukulan lo. Dan pipi gue yang selalu terasa nyeri akibat Tamparan lo." ------- "gue hamil." ------- "Aku mau tidur dulu, siapa tau pas bangun rasa sakitnya hilang." ------- "Selamat malam tuan Octanius." -ALSTARAN- [Follow sebelum baca!!!] [Dan tinggalkan jejak vote dan comment setelah membaca!!!] Maaf kalau penulisannya masih berantakan, Author males revisi.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan