PROSA SENJA

PROSA SENJA

  • WpView
    Reads 32,412
  • WpVote
    Votes 807
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 29, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
Semua sajak dari buku ini dilandasi oleh mimpi, jadi saat saya bermimpi di pagi hari itu saya coba menjabarkan kejadian aneh dan pesan tersirat yang ada di mimpi saya .. Saya coba menterjemahkan apa yang sebenarnya terjadi dalam otak saya selama ini .. Mungkin para pembaca sekalian akan sedikit dibuat kesusahan dengan pilihan diksi yang saya pakai dan plot yang coba saya bentuk di karangan tersebut, karena saya ingin pembaca sekalian dibuat terheran2 dengan kejadian2 tersebut. jadi wajar kalau karangan tersebut agak aneh dan di luar nalar manusia karena semua kejadian itu adalah hasil kerangka fikir yang sangat imajinatif yg terbuat dari serat2 mimpi. So selamat menikmati keanehan berikut 😂😂😂 salam hangat penulis buat para pembaca semua 😘
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • DAMIAN
  • don't hurt Lia (end)
  • Mimpi Yang Terwujud | Nct Dream
  •  Empathy (On-Going)
  • IMPERIUM || End✓
  • Broken Home [End]✓
  • Hypocritical (Zeedel)

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines