The Lost Love For You(complete)

The Lost Love For You(complete)

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 17, 2018
ahhhhhhh apa yang terjadi pada kehidupan ku .Ketika aku baru memasuki umur yang ke 17 aku dijodoh kan yaaaa tuhan.... Kenalkan nama ku Diandra Neila Bramantyo aku anak ke 3 dan aku mempunyai dua orang kakak yang bernama Meiki Dava Bramantyo dan Kevin andrian Bramantyo. Mereka berdua adalah super hero ku selain ayah ku yaitu Andrian Bram Bramantyo. Dan satu lagi bidadari sebelum aku yaitu ibu ku yang amat aku sayangi Daviana Bramantyo. Ayah dan ibuku adalah orang asli indonesia namun nenek dan kakek ku mereka belasteran nenek ku yang asli jawa dan kakek ku asli jerman jadilah kami bertiga mempunyai mata yang biru seperti kakek ku . aku tak tau aku akan dijohkan karena itu aku merasa takut
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puisi Kegagalan
  • Sadness
  • Bricia's world (Part Gak Lengkap)
  • Transmigrasi Gadis Gila [TERBIT]
  • Cita Cinta Jenna
  • jodoh ku bestie kembaran ku (Choi hyunsuk)
  • PLEASE,,,LOVE ME BOY!! (ON GOING)
  •  Lady Viviana √
  • Discarded Miracle~~
  • My Duchess / End

"Diandra, berapa umurmu sekarang ?" Aku menutup kembali gelas minumku. "23 tahun, Mas", jawabku singkat. Ruangan ini lumayan luas, masih ada beberapa pegawai yang nampak masih sibuk dengan pekerjaan mereka meskipun sekarang sudah jam pulang. Meja mas Naufal tepat berada disebelahku. Dia juga yang menjadi trainerku selama tiga hari pertamaku kerja disini, menjadi staff purchasing di perusahaan Ibuku sendiri. "Umurku 25 tahun, Di" Aku bingung mau memberi tanggapan bagaimana. "Apa aku salah kalau aku memacari perempuan kelas 2 SMA ?". Aku berhenti mengetik, kalimatnya seolah menghujam gendang telingaku. Dan untuk pertama kali dalam tiga hari ini aku menatap wajahnya. "Dia seolah malu dengan statusnya sebagai pacarku" Mas Naufal mengusap dahinya lalu mengacak rambutnya sendiri. Aku kembali menatap layar laptopku. Berlagak seolah aku biasa saja dengan ceritanya. Angka angka dalam neraca yang tengah aku kerjakan mendadak memudar. Berganti menjadi kepingan kepingan dari memori lampau. 7 tahun yang lalu...

More details
WpActionLinkContent Guidelines