Story cover for Duda No More by dayuyaa
Duda No More
  • WpView
    Reads 103,181
  • WpVote
    Votes 4,735
  • WpPart
    Parts 14
  • WpView
    Reads 103,181
  • WpVote
    Votes 4,735
  • WpPart
    Parts 14
Ongoing, First published Sep 18, 2017
$$$$$$ Wajib Follow $$$$$$


Jijiv bertemu dengan pria berumur 30 tahun. Pria itu tidak lain dan tidak bukan adalah gurunya dulu semasa SMA.  Gurunya yang terkenal baik, ganteng dan juga berwibawa. Masa dimana ia masih berseragam Abu, gurunya telah menikah dengan gadis pujaannya. Kali ini ia bertemu lagi di suatu kesempatan. Ulangtahun teman sekampusnya Anin.

Ada perasaan aneh yang menjalar, kerinduan saat lama tak jumpa dengan seseorang yang dikenal. Entah perasaan apa. Ia belum berani memastikannya..
Hanya tuhan dan waktu yang bisa menjawab..
All Rights Reserved
Sign up to add Duda No More to your library and receive updates
or
#463duda
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Mengejar Cinta Pak Abimanyu [Completed] cover
Kekasih Halal [TERBIT] cover
Sold Out!!  cover
A Born Beauty cover
Bersauh (TAMAT & DIBUKUKAN) cover
KISSELLE cover
Please LoVe Me, CITO! [COMPLETED] cover
SURVIVING SURIA (COMPLETED) cover
DUDA TAMPAN (End)  cover
You TOLD Me So cover

Mengejar Cinta Pak Abimanyu [Completed]

32 parts Complete

[Tulisan lama dan belum revisi] Sebagai salah satu warga negara Indonesia, Fisika Ayuwangi tentu memiliki kebebasan mengemukakan pendapat sebagaimana yang tertera dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1998. Dalam hal ini Fisika terapkan untuk menyuarakan perasaannya. Fisika menyukai Pak Abimanyu-guru BK di sekolah-kemudian berusaha menarik perhatian beliau dengan cara menyatakan cinta lebih dulu. Tidak tanggung, Fisika rela jadi centil dan pandai menggombal demi Pak Abimanyu. Fisika juga belajar memasak, membawakan bekal setiap hari, berharap bisa membuat Pak Abimanyu terkesima. Namun, ternyata Pak Abimanyu tidak mudah dirayu, apa lagi ditaklukkan. Fakta yang lebih mengejutkan, beliau sudah memiliki istri. Apa jadinya perasaan Fisika saat mengetahui hal itu? Padahal dia telah dengan lantang menyuarakan kalimat; tidak perlu lagi gengsi-gengsi, ini eranya emansipasi!