Rinduku Bersama Rintik Hujan

Rinduku Bersama Rintik Hujan

  • WpView
    Reads 36,800
  • WpVote
    Votes 1,762
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 24, 2018
Beberapa part selanjutnya ada yang diprivate, jadi kalau mau tahu bagaimana lanjutannya kamu bisa follow dulu ya hehe🔐✨ "Bagaimana bisa aku melupakanmu? Sementara kamu selalu ada didepan mata. Kamu selalu memberi harap yang sebenarnya selalu ingin kubunuh. Lihat saja dari matamu yang selalu mengejar kemana aku pergi. Jika benar, mengapa aku harus melupakanmu? Mengapa kita kembali menjadi asing jika sebenarnya tak kamu ingini? Mengapa senyum itu memberi isyarat pada hatiku untuk tetap bertahan disini padamu? meski nyatanya kini kamu sedang menjaga hati orang lain. Sudah ribuan kali kuberi pengertian pada hatiku agar mengikhlaskanmu dengan segera Demi cinta, namun aku tak pernah sanggup."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The CHOICE
  • Gairah Panas Adik Iparku
  • Gadis Manis (Fresha). END
  • You are in my past and my future [END]
  • Stay With Me
  • It's So Hurtful [END]
  • IBU MERTUA ADALAH MAUT ( TAEKOOK VKOOK ) part 3
  • My Obsession (Chika×Ara)

~Melihatnya tersenyum adalah kebahagiaanmu. Tapi, apa senyuman itu masih berlaku jika ternyata dia hidup dalam ketidaktahuan? Apa kau akan mengatakan Yang sebenarnya? Sedangkan jika dia mengetahui segalanya, kau takut akan kehilangannya lagi~ ~Bukankah kita bersaudara? Kau pernah bilang bahwa tidak Ada rahasia dalam keluarga. Aku sudah berjanji tidak akan meninggalkanmu. Bisakah kau sepenuhnya percaya padaku? Apa Karena Aku Sudah terlalu banyak membohongimu?~ ~Bisakah kau hanya percaya pada kami saja? Tidak peduli itu benar atau tidak. Bukankah itu Hal Yang sangat mudah? Kau sudah melakukan itu sejak kau lahir. Jadi, tetaplah seperti itu. Jangan pernah berubah~ ~Jujurlah! Katakan sakit jika itu sakit. Jangan menanggungnya sendirian. beban itu terlalu berat untuk kau pikul sendirian. Setidaknya beri Aku kesempatan untuk memperbaikinya. Apa permintaanku ini terlalu sulit? Jika iya, katakan iya! Itu akan membuatku merasa lebih baik~

More details
WpActionLinkContent Guidelines