"Jika takdir memintaku untuk menunggu,baiklah aku akan menunggu. Namun jika tubuh dan pikirku mulai lelah, ada akhirnya aku pergi dan mengalah."
Meminta dirimu memberikan jawaban, adalah hal yang menyakitkan. Iya menyakitkan, karena aku terpaksa harus menunggu. Tapi tak apa, jika kamu ingin memberikan jawaban yang pasti utarakanlah. Kau tau bukan bagaimana rasanya digantungkan pada satu orang? Iya itu adalah posisi ku sekarang.
Sebagian besar alasan ku mencintaimu adalah, hanya hatiku yang tau. Bahkan ia tak memberikan alasan mengapa aku mencintaimu. Jangan tanyakan padaku bagaimana cara nya melupakan, sebab aku tak ingin ataupun tak kan pernah mau untuk melupakan segala ingatanku termasuk tentang dirimu.
Perlu waktu berapa lama lagi aku berdiam diri dalam pengharapan yang tak kunjung memberikan kepastian?
"Aku mencintaimu, bukan untuk menunggu."
Tertanda : Galang TP.
Memang, itu tidak mudah untuk membuka hatimu untuk seorang yang kamu benci. Firasatku juga mengatakan jika aku tidak bisa memecahkan es yang membungkus hatimu yang terlalu lama membeku. Pikiranku juga mengemukakan bahwa aku sebaiknya mundur.
Walaupun dalam diriku bahwa aku tidak bisa menempatkan sebagian hatiku untukmu, aku yakin di bagian diriku yang lain, pasti ada yang mendukungku untuk masuk kehatimu.
Mungkin, kita harus menunggu. Hari demi hari, sedikit demi sedikit akan mengalami perubahan dihatimu. Aku berharap, suatu saat sedikit perubahan itu menjadi hal yang luar biasa bagiku.
ΔPart diprivat secara selang-seling. Follow aku terlebih dahulu untuk kenyamanan dalam membaca cerita. Thank you❤
-Ranis Maulid Hapira
#986 in TEEN FICTION (15.10.2017)
#470 in TEENLIT INDONESIA 20.04.2020)