[3] Racauan

[3] Racauan

  • WpView
    Reads 480
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 25, 2020
racau (ra.cau), mengeluarkan bunyi secara berulang-ulang tanpa mempunyai arti khusus (pd anak usia 3-12 bulan) atau pada saat seseorang sedang sakit (demam). sumber: kbbi3 Jadi, dimohon bagi kalian untuk tidak percaya dengan rangkaian kata yang tertulis. Sebab penulis mungkin saja sedang mengalami sakit atau masih anak usia 3-12 bulan. Satu lagi, "ini bukan lapak nyinyir gaes;)". Sekian. ----------------------------------------- #6 dalam RACAUAN 25/11/2018 #258 sakit 16/01/19 #601 sakit 20/01/19
All Rights Reserved
#14
racau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • LINGKARAN | Anzahl dRei |
  • RACHA
  • Ayah, Peluk Aku Sekali Saja
  • ARION [END]
  • After that incident || NCT wish. Season 2 from Why Us?.
  • Im Pregnant
  • Benalu [Terbit]
  • KENAPA HARUS AKU?

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines