Mohon, cintai aku sekali lagi

Mohon, cintai aku sekali lagi

  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 21, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Catatlah setiap kata yang kusampaikan pada tulisan ini, karena ingin kau menyimpannya, bukan untukku tapi untuk anak kita. Ceritakan padanya suatu saat nanti kalau perempuan yang semakin menua ini selalu menyayangimu dari awal bertemu hingga detik ini saat aku menuliskan ini untukmu, bahwa perempuan yang hidup bersamamu selama ini selalu berusaha dan terus berusaha menjadi ibu dan istri yang baik. Ceritakan pada anak kita kalau perempuan yang tampak kuat ini, hari ini sudah tidak lagi memiliki tenaga, bahkan untuk tersenyum. Tapi percayalah, cintaku untuk kalian selalu kuat tersemat dihati ini tanpa siapapun bisa melemahkan. Maaf, tuhan memanggilku lebih dulu....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Complicated | Halilintar x Reader
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • CINTA TERLARANG CINTA TERINDAH
  • Save The Marriage (Sudah Ada Di Play Store)
  • TIME will TELL {On Going}
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines