Melody Aksara

Melody Aksara

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 6, 2019
"Takdir berjalan diatur semesta. Rasa ini datang, pun diatur semesta. Kubiarkan aksara bersorai mengungkapkan rasa. Ketika kudapatkan kau dengan suka cita, maka harus kulepaskan kau dengan sorak bahagia. Kini, kulepas puan pada cinta sejatinya. Kulepas puan pada rumah barunya. Meski terasa berat bagai melepas Pluto dari Tata Surya, namun mengenal puan tak pernah menyisakan duka." begitulah melodi aksara sebuah rasa. Dimana yang satu berharap kekal, yang satu berharap tiada. Kemudian lelaki yang sedari tadi duduk termenung sambil membuat beberapa aksara indah yang tersusun pun menutup rapat buku bersampul cokelat miliknya, dan kembali berpetualang pada dunia mimpi yang menjadikannya bahagia.
All Rights Reserved
#303
varo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • ANGKASADARA 2 [SUDAH TERBIT]
  • Secarik kertas usang
  • Peluk Aku, Tuan
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Garis Fana [Terbit]
  • ���𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Cuek VS Cerewet || Syaqeel [ END - PROSES REVISI ]
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines