CAHAYA
  • WpView
    reads 220
  • WpVote
    Stemmen 8
  • WpPart
    Delen 2
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, jun. 29, 2019
WpInfo
Fictie
Romantiek
.... "Aku mau mati aja!" "Apa-apaan kamu?" "Kamu nggak liat mereka mandang aku jijik?! Mendingan aku mati! Kalo aku mati paling nggak mereka cuma ingat kebaikan aku!" "Kamu pikir dengan mati masalahmu selesai? Nggak! Kamu bikin orang terdekat kamu sedih. Pikirin itu." "Sementara kan? Habis itu mereka nggak sedih lagi. Jadi, biarin aku mati." "Dimana otak kamu yang katanya encer itu? Kematian kamu bukan cuma berdampak sama orang di sekitarmu. Tapi kamu juga akan merasakan dampaknya." "Aku tenang. Itu yang pasti." "Kamu memang bodoh. Asal kamu tahu, mati bikin kamu lebih mudah dilupain. Bikin kamu lebih mudah ditinggalin. Bikin kamu lebih mudah nggak dipeduliin." "Aku nggak apa--" "Satu lagi. Kematian kamu nggak akan diterima Tuhan. Dan kamu, pasti menyesal. Ingat itu." Pisau yang ada di tangannya terjatuh begitu saja beradu dengan keras dan dinginnya lantai. Menimbulkan bunyi yang berisik. Sesaat kemudian, tubuhnya terasa hangat oleh rangkulan yang familiar. Rengkuhan yang hanya pernah ia rasakan sekali, tapi sangat ia rindukan. Di sana... terasa begitu aman. "Kamu-kita, nggak akan bisa mengembalikan keadaan. Tapi, aku bantu kamu buat keluar. Jadi, jangan menyerah." © Lionella Ayumi, 2019
Alle rechten voorbehouden
#14
bjpw
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Aerilyn
  • Don't Leave Me (TAMAT)
  • Gone(✔)🔚
  • Strong Girl Michella (END)
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Because I'm Stupid (End)
  • ATHALARIQ
  • No Longer Mate

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] SUDAH TERBIT, PART LENGKAP! Langit senja yang kerap kali menampilkan warna jingga yang indah kala itu terlihat begitu polos. Tak ada lagi jingga yang menghiasi langit senja tersebut namun itu bukan akhir dari perjalanan kita Kisah kita tidak akan seperti langit tersebut, begitu miris untuk dinikmati. Seseorang berkata begitu manis tentang sebuah hubungan yang 'katanya' tidak selalu berakhir bahagia namun aku tidak pernah mempercayainya. Seperti apa yang sering kau katakan bahwa kita harus percaya pada sebuah takdir Tuhan, dan aku akan selalu mencoba mempercayainya. Tidak akan ada satu pun yang dapat memisahkan kita. "Jingga dan Senja adalah satu dan akan selalu bersama... Selamanya." note : cerita ini ditulis ketika masih smp dan belum direvisi lagi, jadi maaf kalo masih banyak kesalahan, tapi kalian akan dibuat baper, kesal, tertawa dan menangis dalam satu waktu, selamat membaca. bukan cerita dewasa! jadi, jangan dimasukin ke reading list 1821 😠 copyright©2018 by Diana

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen