Story cover for CAHAYA by lionellaayumi16
CAHAYA
  • WpView
    LECTURAS 210
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 210
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado sep 20, 2017
....

   "Aku mau mati aja!"

   "Apa-apaan kamu?"

   "Kamu nggak liat mereka mandang aku jijik?! Mendingan aku mati! Kalo aku mati paling nggak mereka cuma ingat kebaikan aku!"

   "Kamu pikir dengan mati masalahmu selesai? Nggak! Kamu bikin orang terdekat kamu sedih. Pikirin itu."

   "Sementara kan? Habis itu mereka nggak sedih lagi. Jadi, biarin aku mati."

   "Dimana otak kamu yang katanya encer itu? Kematian kamu bukan cuma berdampak sama orang di sekitarmu. Tapi kamu juga akan merasakan dampaknya."

   "Aku tenang. Itu yang pasti."

   "Kamu memang bodoh. Asal kamu tahu, mati bikin kamu lebih mudah dilupain. Bikin kamu lebih mudah ditinggalin. Bikin kamu lebih mudah nggak dipeduliin." 

   "Aku nggak apa--" 

   "Satu lagi. Kematian kamu nggak akan diterima Tuhan. Dan kamu, pasti menyesal. Ingat itu."

   Pisau yang ada di tangannya terjatuh begitu saja beradu dengan keras dan dinginnya lantai. Menimbulkan bunyi yang berisik.

   Sesaat kemudian, tubuhnya terasa hangat oleh rangkulan yang familiar. Rengkuhan yang hanya pernah ia rasakan sekali, tapi sangat ia rindukan. 

   Di sana... terasa begitu aman. 

   "Kamu-kita, nggak akan bisa mengembalikan keadaan. Tapi, aku bantu kamu buat keluar. Jadi, jangan menyerah."

© Lionella Ayumi, 2019
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir CAHAYA a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#421goodgirl
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Aerilyn  cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Tomboyish Girl [Proses Penerbitan] cover
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
Because I'm Stupid (End) cover
Semu [Completed] cover
Strong Girl Michella (END)  cover
RadenRatih cover
SO PRECIOUS (PART COMPLETE) cover

Aerilyn

32 partes Concluida

Aerilyn bellvania meise. Aku selalu tersenyum ketika memandangmu, tetapi di dalam hatiku berkata. Inilah seseorang yang dulu selalu keperjuangkan dengan segenap jiwaku, dan kini sang waktu telah jauh meninggalkan kita. Kini kau bukan lagi milikku, kini kau telah berada di tempat yang jauh lebih baik. Sebuah tempat yang telah menjadi takdirmu dengan semua berkah dan kenikmatan dari-Nya, itulah yang pantas untukku. Kini waktu telah menjawab sebuah pertanyaan klasik, aku bukan yang terbaik untuk dirimu. Maka lanjutkanlah langkahmu, tetap tersenyumlah seperti itu. Aku akan tetap bahagia di sini apabila aku bisa memandang kau bahagia di sana. Mataku nanar melihat batu nisan bertuliskan orang yang kucintai, deraiku tak bisa ku tahan sehingga kubiarkan jatuh di tanah bersama tetesan lain dari langit Kata-kata dulu yang pernah ku ucapkan kepadamu kini hanyalah tinggal ilusi. "Lo tenang aja, gue gabakal ninggalin tanggung jawab. gue bakal ada disisi lo sebisa yang gue mampu. Lo gausah khawatir, gue akan selalu sayang sama lo hari ini, besok dan seterusnya." Aku merindukanmu, air mata ini tak dapat ku tahan lagi. Aku benar-benar merindukanmu. Buat readers jangan lupa vote dan kritiknya😊 CERITA AKAN DIREVISI SETELAH TAMAT! Update hari Minggu! {{{{{ON GOING}}}}}