Lantai 5

Lantai 5

  • WpView
    LECTURES 402
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Chapitres 14
WpMetadataReadTerminé mar., oct. 17, 2017
Mataku tak dapat berkedip ketika melihat bangunan tinggi nan tua dihadapanku. Bahkan bangunan ini tak pantas disebut dengan rumah sakit. Dengan cat yang mulai pudar dan beberapa bagian tembok yang telah retak menambah kesan menyeramkan. Helaan nafas keluar begitu saja dari mulutku. Ingin rasanya berbalik dan melangkah pergi dari tempat menyeramkan ini. Namun mengingat temanku yang membutuhkanku aku harus menghela nafas kembali dan berjalan masuk dengan enggan. Mungkinkah hanya perasaanku saja?, begitu masuk ke rumah sakit tersebut suasana begitu mencengkram dengan sedikitnya orang-orang di dalam dan pencahayaan yang begitu redup, membuat kesan begitu menyeramkan, persis seperti film horror yang selalu ku tonton dengan teman-teman ku. Dengan enggan ku ikuti langkah temanku menuju lantai 5, lantai paling atas dari rumah sakit ini. Dan ketika pintu lift terbuka...
Tous Droits Réservés
#396
kampus
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • RUMAH BEKAS TUMBAL (TAMAT)
  • BISIKAN IBLIS (NYAWA YANG TERGADAIKAN)
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • penyesalan kirana
  • Lain Dunia (Tamat)

(BASED ON TRUE EVENT) Saya akan berbagi kisah tentang sebuah rumah yang memiliki sejarah kelam. Dimana keluarga saya pernah menjadi saksi dari kengeriannya. Rumah kosong ini, 'Rumah Bekas Tumbal'. *** "Pakkkk... Pak Hamka. Tolong kesini pak." Teriak salah seorang tukang. Pak Hamka segera menghampiri ke sumber suara. Disana 3-4 tukang terlihat mengerumuni sesuatu. "Ada apa pak?" Matanya terbelalak mendapati salah seorang tukang memegang sesuatu yang diletakkan diatas kain lusuh. Tulang belulang itu berukuran kecil, bahkan sebagian terlihat tak utuh. Diduga tulang belulang tersebut milik bayi. "Kok bisa ada ini? Tadi nemunya dimana pak?" Salah seorang tukang menunjuk ke arah bawah tembok yang sudah digali. Dimana tempat itu adalah tembok yang berdempetan dengan rumah kosong. *** -DILARANG PLAGIAT -DILARANG REPOST TANPA MENCANTUMKAN CREDIT PENULIS -JIKA INGIN REPOST DI PLATFORM LAIN,/ DIBAWAKAN DALAM BENTUK PODCAST YOUTUBE IJIN AUTHOR TERLEBIH DAHULU JIKA DITEMUKAN KARYA SAYA SEPERTI PELANGGARAN DIATAS. MAKA SAYA AKAN TINDAK TEGAS. --TOLONG HARGAI KERJA KERAS KARYA PARA PENULIS! TERIMA KASIH--

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu