Story cover for Lantai 5 by siapa_ajah
Lantai 5
  • WpView
    LECTURAS 399
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 14
  • WpView
    LECTURAS 399
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 14
Concluida, Has publicado sep 20, 2017
Mataku tak dapat berkedip ketika melihat bangunan tinggi nan tua dihadapanku. Bahkan bangunan ini tak pantas disebut dengan rumah sakit. Dengan cat yang mulai pudar dan beberapa bagian tembok yang telah retak menambah kesan menyeramkan.

Helaan nafas keluar begitu saja dari mulutku. Ingin rasanya berbalik dan melangkah pergi dari tempat menyeramkan ini. Namun mengingat temanku yang membutuhkanku aku harus menghela nafas kembali dan berjalan masuk dengan enggan.

Mungkinkah hanya perasaanku saja?, begitu masuk ke rumah sakit tersebut suasana begitu mencengkram dengan sedikitnya orang-orang di dalam dan pencahayaan yang begitu redup, membuat kesan begitu menyeramkan, persis seperti film horror yang selalu ku tonton dengan teman-teman ku. Dengan enggan ku ikuti langkah temanku menuju lantai 5, lantai paling atas dari rumah sakit ini.

Dan ketika pintu lift terbuka...
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Lantai 5 a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#506mawar
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Lain Dunia (Tamat) de an11ra
66 partes Concluida Contenido adulto
Membuka mata perlahan. Potongan-potongan ingatan bagai berkumpul melengkapi puzzle mengerikan tentang peristiwa kecelakaan yang kami alami tadi malam. Mobil menghantam pembatas jalan dan sepertinya terperosok ke semacam jurang hingga terhenti karena menabrak pohon besar di hadapanku saat ini. Tunggu... Ke mana semua orang? Kenapa hanya aku yang masih di dalam mobil? Berjalan mengikuti insting. Bukannya keluar hutan, aku sepertinya malah masuk makin dalam ke hutan. Langkahku terhenti kala netraku terpaku pada pemandangan di depanku. Mengerjabkan mata berkali-kali, benar... ini benar dan bukan halusinasi sepertinya. TAPI BAGAIMANA MUNGKIN ADA ISTANA DALAM HUTAN??? Muncul pula seorang pria berambut putih mengenakan pakaian tradisional khas Sunda. Bukan kakek-kakek karena dia masih muda. Masalahnya, orang ini punya warna mata yang tidak biasa. Iris matanya berwarna hitam dan ukurannya lebih kecil dari ukuran iris manusia normal, sedangkan dasar matanya yang berwarna hijau kebiruan. "Si-siapa kau?" Pemuda aneh yang sayangnya tampan itu malah menyeringai memandangku lalu bertanya, "Kenapa suaramu bergetar?" Bergerak mundur perlahan "Kau ini apa?" "Hahaha..." tawanya membahana. "APA? bukan SIAPA? Hahaha..." Aku waspada sekaligus takut. Demi Tuhan, aku yakin bahwa dia... DIA BUKAN MANUSIA!!! ---------------------------------------------------------- PERINGATAN : JANGAN MEMPERCAYAI SEMUA YANG ANDA BACA!!! Sebagian besar hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat, tokoh ataupun kisah segalanya murni hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan apalagi untuk mendiskreditkan pihak manapun. * Indonesia Fiksi Fantasi *
Hantu Naci Piuu! [END] de Cacamarica_zzhh7
65 partes Concluida
Kecil, putih, terbang melesat? Apalagi, kalau bukan Naci (nasi kecil) seorang hantu yang tinggal di pohon pete bersama keluarganya. Dia mati, sudah 5 tahun berlalu, tetapi dia kembali ke hadapannya. Hanya untuk memanfatkannya, tidak masalah dia senang. Namun, ketakutan dalam kenyataan tentang perasaan tidak ingin ditinggal kembali, itu selalu mengganggunya menjadi obsesi gelap. "Cepat atau lambat aku akan pergi kembali Mas. Jadi, ayo kita ukir takdir kita sendiri dengan bahagia kali ini, dengan sisa yang ada, sebelum semuanya kembali lenyap dari pandangan." Pria itu membantah dengan tegas. "Jalani saja sekarang ini, aku mau egois untuk satu hal itu, apalagi yang bersangkut pautkan dengan dirimu. Tidak ada hal yang harus dibantah, kata kamu mari kita ukir takdir kita sendiri dengan bahagia, 'kan? Jadi, ayo kita ukir dengan aku sebagai porosnya." Sudut bibirnya terangkat, perlahan turun. Iris cokelat itu menatap dalam gadisnya. "Tidak ada perpisahan yang sakit mulai sekarang. Jadi, ayo ikuti kemauanku seolah-olah kamu hidup kembali." Sungguh gila! Kenyataan apalagi yang harus wanita itu terima, seharusnya bukan seperti ini. Menerima obsesi gelap dari pemuda yang pernah singgah di hatinya. Kemalangan datang di saat semua orang mangkir dari tanggung jawab. Ini tentang pria yang balik ke kampung halaman, membuka luka lama yang selama ini ia pendam dan memilih pergi ke kota. Dengan kembalinya dia ke desa apakah yang akan dia dapatkan? Kemalangan bertemu hantu jail atau kesenangan. Karena ada rahasia yang terkuak secara perlahan. Suara ciri khas Naci adalah PIU. "Piu, Piu, Piu." Bahasa yang hanya dimengerti bangsa jin. ⚠️PLAGIAT JAUH-JAUH SANA! DILARANG MENYALIN DALAM BENTUK APA PUN! HARGAIN JERIH PAYAH ORANG LAIN, KALAU KAMU ORANG~ #8 Humor 3/5/24 #1 Arwah 14/5/24 #1 Hantu 16/5/24 #2 Fiksi umum 21/8/24 #3 Romansa 20/5/25 #5 Fantasi 20/5/25 #3 darkromance 20/5/25
Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT) de Chillbanana313
9 partes Concluida
(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
nostalgia SMA kita cover
Batavia 1920 cover
Teror sinden (Liburan Telaga Tengah Alas) cover
Lain Dunia (Tamat) cover
Rumah baru untuk Ibu cover
KKN DI DESA PENARI (Versi Widya) cover
Hantu Naci Piuu! [END] cover
SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete] cover
Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT) cover

nostalgia SMA kita

10 partes Concluida

"kringggggg...."dering bel pulang sekolah sudah berbunyi... "baiklah anak anak...besok sebelum jam pelajaran ibu dimulai,tugas hari ini harus selesai dan ditumpuk di meja ibu ya..ibu tidak mau pagi pagi banyak anak yang mengerjakan tugas di sekolah"begitulah kalimat yang terucap dari bibir guru matematika ku bu qorina.Setelah berdoa lalu guru matematika itu keluar kelas kemudian disusul teman temanku keluar kelas secara berhamburan seperti semut yang keluar dari sangkar nya di tambah lagi murid dari kelas lain yang sudah tdk sabar untuk segera pulang. kebiasaanku tidak seperti mereka yang seakan lomba untuk keluar kelas menuju parkiran duluan...aku santai dulu dan menunggu keadaan agak sepi baru aku beranjak dari kursi ku lalu keluar kelas dan menuju keluar sekolah oya,aku adalah murid baru kelas X(10) di SMAN cukup ternama di kotaku,aku belum begitu punya banyak kenalan atau teman karna memang aku sendiri agak susah untuk berbaur dengan yang lainya.