After All Was Lost

After All Was Lost

  • WpView
    Reads 4,977
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 7, 2025
Lindi selalu percaya bahwa waktu adalah obat paling ampuh di dunia, namun setelah sekian lama berlalu sejak perpisahannya dengan mantan kekasih, dadanya masih terasa sesak setiap mengingat nama lelaki itu. Ia mengira telah memaafkan, mengira sudah melepaskan, mengira jarak cukup menyelamatkan. Namun setiap afirmasi yang ia ulang pelan di kepala justru memantul kembali seperti gema di ruang kosong. Di dalam hatinya, ia tahu; ia belum sembuh. Dirinya belum pulih dari kehilangan yang tidak ia pilih. Lindi bertanya-tanya, apakah memaafkan orang yang menyakitinya bisa menyelamatkan dirinya yang ditinggal berantakan? Atau haruskah dia memeluk luka ini hingga terbiasa dan lupa? Di tengah upayanya berdamai dengan keadaan, Lindi justru semakin sering bersinggungan dengan seseorang yang memaksa ia menengok ke dalam dirinya sendiri: Baska-yang datang tanpa ia perkirakan.
All Rights Reserved
#600
college
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tentang sebuah rasa
  • Your Are Only Mine
  • Someday
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • CINTA ITU INDAH YA?
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Red Velvet & Sunrise
  • "Naira"

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

More details
WpActionLinkContent Guidelines