"Lo tau gak, dulu gue itu benci banget sama hujan." Kekeh Rein sambil memainkan jari dipahanya.
Pemuda yang disamping Rein tadinya hanya diam tak berkutik kini dia pun menoleh ke sumber suara.
"Karna hujan itu selalu menghalangi aktivitas gue, tidak bukan gue sih, mungkin untuk sebagian orang dan hujan itu gak baik juga untuk kesehatan. Makanya setiap hujan turun gue jarang datang ke sekolah. Karna disaat hujan juga penyakit sialan yang ada di tubuh gue akan kambuh, ya walaupun cuma sebentar."
"Tapi sekarang gue tau, Hujan tak seburuk yang gue pikirkan. Hujan membawa ketenangan, membawa kedamaian, untuk mereka yang suka hujan. Hujan juga gak bikin sakit kok, menurut biologi, yang bikin sakit itu ketika hujan yang pertama kali datang. Mandi hujan boleh tapi biarkan tunggu 5 menit hujan turun barulah kita mandi hujan. Hehe gak sia-sia gue anak Ipa. Lagian mandi hujan kan sunnah Rasul." Perjelas Rein.
Lelaki itu masih menatap lekat Rein dan mendengarkan dengan hikmat penjelasan Rein.
"Lo kok jadi gini sih!? Salah gue apa sama lo!?" Sambung Raisa.
"Enggak ada, gue cuma mau bikin lo benci aja sama gue" Raka melebarkan senyumannya ke arah Raisa.
"Lo tuh!! Hiks.. dasar brengsek! Raka lo keterlaluaan!!!!!!"
Teriak Raisa histeris.
Raka segera membalikan badan dan meninggalkan Raisa tersungkur di taman yang kini sudah mulai basah karena guyuran hujan. Suara tangis nya pecah bercampur suara hujan yang membasahi bumi.
Cukup tau, malam itu adalah malam terburuk yang pernah ada dihidup Raisa.
⚠Bagian lengkap 👌
Ditulis sejak 2018
Selesai pada: Rabu, 5 mei 2021