N.A.D.I

N.A.D.I

  • WpView
    Reads 268
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 28, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
PROLOG Seorang gadis dengan rambut sepanjang bahu serta seragam SMA yang terbalut di badan mungilnya itu sedang duduk di sebuah bangku yang ada di bandara tempatnya sekarang berada. Matanya terus terarah ke pintu tempat keluarnya semua penumpang yang baru tiba. Dari nametag di seragam yang ia pakai , tertulis jelas namanya 'NADILA SAFIRA'. Sesekali ia sandarkan punggungnya di sandaran bangku jika ada rombongan penumpang yang baru saja tiba. Namun nihil, seseorang yang ia tunggu selama 1 tahun ini belum pernah muncul. Saat hari mulai sore Dila pun meninggalkan bandara dan pulang ke rumahnya. Hal yang dilakukan Dila setiap pulang sekolah. Pergi ke bandara, duduk di bangku tunggu dan menunggu seseorang yang entah kapan akan datang, setiap hari ia lakukan . Bahkan, security di bandara itu sudah hafal jelas wajah Dila yang setiap hari menginjakkan kakinya di dalam bandara. Raut wajah sedih tidak lepas dari gadis itu setiap ia meninggalkan bandara dan berharap agar seseorang yang ia tunggu akan datang secepatnya.
All Rights Reserved
#26
nadi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nadi Membenci Hati
  • AKSATA (SELESAI)
  • The Beauty Inside(Complete)
  • JEVANGAR (Sequel Zayyan Harquel) ✓ Terbit ‼️
  • Jomblo di eskul Pramuka
  • ZIA-IE
  • Yellow Autumn (Sudah Terbit)
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Love Letters [END]

Namanya juga sudah cinta, menjadi gila pun tak mengapa. Nadi nekat mendaftar ke sekolah teknik demi satu alasan. Fatir. Cowok yang diam-diam dia suka sejak SMP. Tanpa pikir panjang, Nadi mengikuti jejaknya. Masalahnya, di kelas barunya, dia satu-satunya cewek di antara sekumpulan cowok dengan energi berlebih dan selera humor yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Awalnya, Nadi kesulitan beradaptasi. Akan tetapi, lambat laun, dia mulai menikmati hari-harinya. Terutama karena bisa lebih dekat dengan Fatir. Usahanya tidak sia-sia. Setelah beberapa bulan, Fatir akhirnya meliriknya dan mereka mulai dekat. Nadi pikir perjuangannya selesai. Nyatanya, Fatir bukan cuma pacarnya. Cowok itu juga pacar orang lain. Fatir punya sistem yang unik. Dia punya pacar untuk setiap hari dalam seminggu dan Nadi mendapatkan hari Sabtu. Awalnya, Nadi menutup mata, pura-pura tidak peduli, asalkan tetap bisa bersama Fatir. Namun, lama-kelamaan, Nadi mulai bertanya pada dirinya sendiri. Apakah cinta seharusnya dibagi? Ataukah dia hanya sedang mempertahankan sesuatu yang seharusnya dia lepaskan? Sekarang, Nadi harus memilih. Tetap menjadi "Pacar Sabtu" atau pergi dan menemukan dirinya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines