N.A.D.I

N.A.D.I

  • WpView
    LECTURAS 268
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, sep 28, 2017
PROLOG Seorang gadis dengan rambut sepanjang bahu serta seragam SMA yang terbalut di badan mungilnya itu sedang duduk di sebuah bangku yang ada di bandara tempatnya sekarang berada. Matanya terus terarah ke pintu tempat keluarnya semua penumpang yang baru tiba. Dari nametag di seragam yang ia pakai , tertulis jelas namanya 'NADILA SAFIRA'. Sesekali ia sandarkan punggungnya di sandaran bangku jika ada rombongan penumpang yang baru saja tiba. Namun nihil, seseorang yang ia tunggu selama 1 tahun ini belum pernah muncul. Saat hari mulai sore Dila pun meninggalkan bandara dan pulang ke rumahnya. Hal yang dilakukan Dila setiap pulang sekolah. Pergi ke bandara, duduk di bangku tunggu dan menunggu seseorang yang entah kapan akan datang, setiap hari ia lakukan . Bahkan, security di bandara itu sudah hafal jelas wajah Dila yang setiap hari menginjakkan kakinya di dalam bandara. Raut wajah sedih tidak lepas dari gadis itu setiap ia meninggalkan bandara dan berharap agar seseorang yang ia tunggu akan datang secepatnya.
Todos los derechos reservados
#7
nadi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • AKSATA (SELESAI)
  • The Beauty Inside(Complete)
  • ARTAN
  • Yellow Autumn (Sudah Terbit)
  • Everything is You
  • Elegi Rasa : Pergi
  • Love Letters [END]
  • NIDA ( END )
  • Happy [ Sudah Terbit ]

"Teo, Sava capek ish"keluh Alsava yang sedang membungkuk dengan kedua tangan yang bertumpu ke lutut. "Sava ga mau asma Sava kambuh, nanti Teo yang kesusahan" Lanjutnya. Teo yang mendengar itu hanya tersenyum dengan segera ia menghampiri Sava gadisnya, "Sava ga pernah ngerepotin Teo, jangan ngomong gitu Teo ga suka. Sini naik kepunggung Teo" Teo lalu membungkuk didepan gadis itu. Dengan senyum merekah Alsava melompat ke punggung Teo. "Siap Tuan putri, pesawat akan segera melepas landas" ~ "Sava ga boleh ninggalin Teo, kita ga akan terputuskan." Seru Teo parau, sambil membawa motor dengan kesetanan tidak peduli keselamatan, merasa mempunyai stok nyawa saja.a Dengan kecepatan maksimal sebuah truk dari arah kanan mengarah lurus kepada pemuda yang membawa motor itu dan... BRAK.. ~ Dan di sebuah UGD yang di tempati seorang gadis didalamnya sebuah alat EKG berbunyi dengan sangat keras hingga memekakkan telinga.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido