N.A.D.I

N.A.D.I

  • WpView
    Reads 267
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 28, 2017
PROLOG Seorang gadis dengan rambut sepanjang bahu serta seragam SMA yang terbalut di badan mungilnya itu sedang duduk di sebuah bangku yang ada di bandara tempatnya sekarang berada. Matanya terus terarah ke pintu tempat keluarnya semua penumpang yang baru tiba. Dari nametag di seragam yang ia pakai , tertulis jelas namanya 'NADILA SAFIRA'. Sesekali ia sandarkan punggungnya di sandaran bangku jika ada rombongan penumpang yang baru saja tiba. Namun nihil, seseorang yang ia tunggu selama 1 tahun ini belum pernah muncul. Saat hari mulai sore Dila pun meninggalkan bandara dan pulang ke rumahnya. Hal yang dilakukan Dila setiap pulang sekolah. Pergi ke bandara, duduk di bangku tunggu dan menunggu seseorang yang entah kapan akan datang, setiap hari ia lakukan . Bahkan, security di bandara itu sudah hafal jelas wajah Dila yang setiap hari menginjakkan kakinya di dalam bandara. Raut wajah sedih tidak lepas dari gadis itu setiap ia meninggalkan bandara dan berharap agar seseorang yang ia tunggu akan datang secepatnya.
All Rights Reserved
#8
nadi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Letters [END]
  • Everything is You
  • ARTAN
  • ZIA-IE
  • ALTERIO
  • Like A Star (Complete)
  • JEVANGAR (Sequel Zayyan Harquel) ✓ Terbit ‼️
  • Nadi Membenci Hati
  • The Beauty Inside(Complete)

Katanya, Khaezar Haga Archello itu tidak pernah tertarik dengan wanita. Jadi, Jinaya merasa aman meskipun harus berada satu ruangan yang sama setiap harinya dengan Khaezar. Sosoknya yang dingin, irit bicara, misterius dan jarang berinteraksi dengan wanita semakin memperkuat keyakinan Jinaya kalau sepertinya Khaezar itu, Gay! Tapi kenyataan berhasil menghantam Jinaya. Khaezar jauh lebih berbahaya daripada buaya di kampusnya! Khaezar jauh lebih sinting dari yang ia duga! Dengan entengnya Khaezar berkata, "Gue punya kupon free kisses and cuddle- unlimited, khusus buat lo. Kamar kita sebelahan, kalau mau tinggal panggil aja." Jinaya tidak peduli jika ia menjadi gila saat itu juga, Jinaya jauh lebih khawatir kalau jantungnya akan menggila dan berakhir ia jatuh cinta. **** "Tenang aja, dia gak tertarik sama cewe, lo pasti aman kalo separtemen sama dia, Jinaya." "AMAN MBAH MU! Baru sehari udah ketar ketir gue ini!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines