We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pelukis Langit

Pelukis Langit

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 21, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana kau menanggapi seseorang yang telah berlaku sangat baik dengamu dan kau bahkan telah begitu nyaman dan bergantung dengan dirinya seakan hidupmu akan runtuh jika tak ada dirinya , tetapi pada suatu waktu iya berubah 180° menjadi orang yang tak mempunyai hati? Apa kau akan pergi dan melupakan kebaikannya? Atau tetap bertahan dengan alasan menginggat kebaikannya? Semua akan terjawab,tetapi bukan dengan "ya tinggalkan!" atau "aku akan bertahan!". *** Baca kisah selengkapnya !!! 💙💙💙
All Rights Reserved
#74
karena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • You And I
  • Veerlant (REVISI)
  • K I E R A ( COMPLETE ) √√
  • All You Never Say
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • Mencintai Dalam Diam
  • Rolling In The Deep
  • Ketika Jatuh Cinta
  • BIGASHA |-END-|
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines