Galeri Kosong

Galeri Kosong

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Sep 22, 2017
Benih cinta mekar mewangi di atas tanah yang mati. Laksana hati seorang pria yang semula mati. Satu per satu bunga itu mekar berseri, merangkai kebahagiaan, duka, haru, tangis, tawa, dan makna kehadiran jiwa pada raga yang menapak di bumi. Laksana perempuan yang menyentuh hati dan merangkulnya di dalam dekapannya yang hangat. Mengingatkan seorang pria akan bahagia walaupun ia telah ditinggalkan oleh cintanya. Juga ... Mengingatkan dirinya tentang waktu untuk meninggalkan segalanya di penghujung hari. Mengembalikannya kepada galeri kosong yang semula mengawali kemudian mengakhiri .... ONESHOOT CHALLENGE @WritingisFun_17 ORIGINAL STORY
All Rights Reserved
#506
history
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Bland Love
  • Meneroka Jiwa 2
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Hi! kaladevara (HIATUS)
  • THE CHAIN OF LONGLAST LOVE ✅
  • From The Eyes
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • CINTA BEDA USIA

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines