Angkasa

Angkasa

  • WpView
    LECTURES 1,220
  • WpVote
    Votes 203
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., févr. 22, 2019
Semesta juga tahu,kamu milikku. "Ih nyebelin! Tapi kok lama lama ngangenin ya? Hehe" - Gabriella Aresha Rayidan. "Kalau gak numbur hobinya nyusahin orang, Lo doang emang." -Angkasa Alfaro Jadson. Kak Angkasa itu orangnya nyebelin banget, terus sok cuek lagi. Kak Angkasa juga tadinya gak punya hobi apa apa. Tapi semenjak kenal sama gue, hobinya jadi mikirin gue mulu. Kalau gue mah, Ya jelas cantik lah ya. Pas banget sama kak Angkasa. "Kak Angkasa, mau susu melon!" "Beli sendiri"
Tous Droits Réservés
#222
asa
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)
  • DANADYAKSA
  • BULLSHIT [REVISI]
  • Because I'm Stupid (End)
  • DIA ANGKASA
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Unconditionally ✔
  • Cerita Angkasa

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu