YOU'RE MINE

YOU'RE MINE

  • WpView
    Reads 610
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 22, 2017
Hanis Sagara putra perfect boy, kapten futsal,pinter,ramah, pendiem dan cuek menjadi idam idaman para cewek se-SMA Garuda termasuk oshiana vellin tanubrata sicewek cerewet,PD banget,pinter semua mapel kecuali fisika dan penjas. "Eh,,calon imam dan ayah dari anak-anakku udah datang,aku salim dulu ya"ucap ochi pada teman temannya dan langsung menghampiri sagara dan ketiga sahabatnya setelah berada tepat didepan gara, ochi langsung senyum memaparkan giginya yang sejajar, putih dan rapi sambil mengulurkan tangannya tanda ia ingin bersalaman,melihat tingkah ochi gara dan tiga temannya dibuat bingung dan menatap satu sama lain "iya,,ada apa ya,maksudnya tangannya ini apa?"ucap sagara sambil mengerutkan dahinya "ngajak sungkem kali gar?"celoteh iqbal sambil menggerakan kepalanya menunjuk kearah ochi "100 buat kumis lele,emang aku mau sungkem sama calon ayah dari anak anakku nanti, ya itung itung belajar jadi istri yang baiklah buat ka gara"ujarnya sambil menaikan satu alis nya tak ketinggalan juga senyum pepsodentnya "kalo gak rugi jidat gue nih, gue rasanya udah pngen benturin kepala gue ke tembok ini gar,ini anak sumpah pd banget"egy yang mendengar perkataan ochi yang pd banget pngen jedotin kepalanya karena gak kuat liat tingkah ochi
All Rights Reserved
#961
sepakbola
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • Rumah Tanpa Atap
  • GHAVARI
  • In Another Life
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • CANVAS PERSAHABATAN (TAMAT)
  • Is LOVE
  • ALVANSA [Completed]
  • Because I'm Stupid (End)
  • GADIS (Lengkap belum revisi)

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines