Seconds A Hour

Seconds A Hour

  • WpView
    Reads 946
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 9, 2018
"Di saat aku terluka. Kamu datang untuk menyembuhkan luka itu tapi, kenapa sekarang di saat aku merasa nyaman bersamamu. Kamu harus pergi dan meninggalkan luka yang lebih besar?!" "Maafkan aku karena membuat kamu sedih, aku juga tidak ingin seperti ini. Maaf aku harus pergi, ini demi kebaikan kita berdua" Bagaimana rasanya kalau ada seseorang datang ke kehidupan kalian di saat kalian terpuruk dan kemudian membuat warna baru di kehidupanmu? Lalu setelah dia menyembuhkan luka itu dia harus pergi meninggalkan kamu. Luna adalah gadis yang memgalami nasib seperti itu setelah dia bertemu dengan Toni. hidupnya penuh dengan warna tapi tidak butuh waktu yang lama membuat warna itu memudar dan hilang. Apakah Luna akan bertemu dengan Toni dan melanjutkan kisah mereka berdua kembali? atau akan menjadi sebuah perpisahan?
All Rights Reserved
#722
bencijadicinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • AMERTA : The Last Embrace
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • ANNAZEIN (WONYOUNGXSUNGHOON) | END
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Till I Meet You
  • A RECCURING PAST
  • The First, Not the Last

Aqeela selalu percaya bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya. Tapi, bagaimana jika waktu justru membawanya kembali ke titik awal? Satu momen di hari itu membuat hidupnya berantakan. Ia merasakan penghianatan, kehilangan, dan luka. Namun, takdir berkata lain. Sebuah kecelakaan merenggut ingatannya, menghapus jejak masa lalu yang menyakitkan. Kini, ia hidup dalam dunia yang baru. Tenang, tanpa beban, tanpa kenangan yang menghantui. Tapi mengapa, ketika sosok itu muncul kembali dalam hidupnya, ada perasaan asing yang mengusik? Seolah ada sesuatu yang seharusnya ia ingat, tetapi tetap berada di luar jangkauannya. Mohan tidak pernah berpikir akan bertemu Aqeela lagi. Apalagi dalam keadaan seperti ini, saat gadis itu bahkan tak mengingat siapa dirinya. Haruskah ia bersyukur, atau justru merasa terhukum? Saat masa lalu dan masa kini mulai bertabrakan, Aqeela dihadapkan pada dua pilihan: tetap dalam ketidaktahuan atau mencari kebenaran yang mungkin akan kembali menyakitinya. Sementara Mohan... hanya bisa berharap bahwa kali ini, takdir berpihak pada mereka. Karena cinta yang pernah tersesat di masa lalu, mungkin masih mencari jalan untuk kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines