Seconds A Hour

Seconds A Hour

  • WpView
    Reads 946
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 9, 2018
"Di saat aku terluka. Kamu datang untuk menyembuhkan luka itu tapi, kenapa sekarang di saat aku merasa nyaman bersamamu. Kamu harus pergi dan meninggalkan luka yang lebih besar?!" "Maafkan aku karena membuat kamu sedih, aku juga tidak ingin seperti ini. Maaf aku harus pergi, ini demi kebaikan kita berdua" Bagaimana rasanya kalau ada seseorang datang ke kehidupan kalian di saat kalian terpuruk dan kemudian membuat warna baru di kehidupanmu? Lalu setelah dia menyembuhkan luka itu dia harus pergi meninggalkan kamu. Luna adalah gadis yang memgalami nasib seperti itu setelah dia bertemu dengan Toni. hidupnya penuh dengan warna tapi tidak butuh waktu yang lama membuat warna itu memudar dan hilang. Apakah Luna akan bertemu dengan Toni dan melanjutkan kisah mereka berdua kembali? atau akan menjadi sebuah perpisahan?
All Rights Reserved
#161
bencijadicinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A RECCURING PAST
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • Till I Meet You
  • Luka dan Malam [END]
  • SOMETHING HAPPEN - SELESAI
  • The False Reality (TELAH TERBIT)
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • ZODIAKUS
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • ELANOAVA [COMPLETED]

Ketika seseorang dari masa lalunya kembali, Anna dihadapkan pada pilihan yang tak mudah. Setelah bertahun-tahun mencoba melupakan, Anna menjalani hidupnya dengan luka yang ia sembunyikan rapat. Namun, hidup tak pernah benar-benar memberi jarak pada kenangan. Seseorang dari masa lalunya tiba-tiba kembali-membawa harapan, janji baru, dan permohonan untuk menempati hati Anna sekali lagi. Tapi kehadiran itu bukan hanya membawa rindu... melainkan juga luka yang kembali menganga. Kini, Anna harus memilih, tetap bertahan bersama orang yang terus melukai, atau belajar melepaskan, meski harus melihatnya bahagia bersama orang lain. Apakah cinta sejati berarti memperjuangkan, atau justru merelakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines