We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Story Cat
  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 28, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Aku adalah kucing kampung yang sangat jelek. Aku, Ibu dan saudara-saudara ku ditelantarkan oleh majikanku yang lama. Kami dibuang disuatu tempat yang kami tidak ketahui. Pada saat kejadian itu, Ibu kami hilang ntah kemana meninggalkan Aku dan saudara²ku. Pada suatu hari, aku di temukan oleh seorang anak perempuan yang baik hati menolong ku. Aku di temukan di atas ventilasi rumah seseorang bersama saudara² ku. Tapi, sayang, anak itu hanya menolong ku saja, tidak dengan saudara²ku. Aku di pelihara oleh keluarga nya, kini hidup ku berubah. Tetapi, ada salah satu manusia yang benci padaku. Sepertinya, manusia itu tinggal di rumah majikanku yang baru. Manusia itu, sering menendangku, melempariku dengan batu dan lain². Aku takut... Badan ku sakit... Tetapi, anak perempuan itu selalu melindungi ku. Ia selalu mengelusku dan menyayangiku. :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PENGELANA INGATAN
  • I Love You
  • DUNWICH
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Eliinaa
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • The Crescent Moon (Moon Series #2)
  • ALVIN (On Going)
  • Good Girl or Naughty Girl (END) 🍁
  • The Hunter's Moon (Moon Series #1)

Namaku Raka. Usiaku 27. Dan aku bisa masuk ke dalam ingatan orang-asal mereka menyentuhku saat sedang mengingat sesuatu yang sangat emosional. Aku nggak tahu ini kutukan atau anugerah. Yang jelas, setiap kali aku "melompat", aku kehilangan satu memori milikku sendiri. Pagi itu, aku duduk di taman belakang rumah sakit jiwa tua yang hampir tak terpakai. Ada seorang perempuan duduk di bangku besi karatan, memeluk lutut. Rambutnya seperti malam yang baru saja diguyur hujan. Namanya Aluna. Aku mengenalnya kemarin. Atau seminggu lalu? Entahlah. Ingatanku mulai bolong-bolong. "Aku pernah membunuh seseorang," katanya lirih, tanpa melihatku. Tangannya menyentuh ujung jaketku. Dan sebelum sempat kutarik, tubuhku jatuh. Gelap. Kemudian... cahaya merah. Pohon. Bunga-bunga seperti percikan kembang api menggantung dari rantingnya. Dan di bawah pohon itu, seorang lelaki muda tergeletak. Darah mengalir dari perutnya, membasahi akar-akar yang mencengkeram tanah. Aluna berdiri di atasnya, menggenggam pisau. Tapi anehnya... wajah lelaki itu sama persis denganku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines