Story Cat
  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 28, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Aku adalah kucing kampung yang sangat jelek. Aku, Ibu dan saudara-saudara ku ditelantarkan oleh majikanku yang lama. Kami dibuang disuatu tempat yang kami tidak ketahui. Pada saat kejadian itu, Ibu kami hilang ntah kemana meninggalkan Aku dan saudara²ku. Pada suatu hari, aku di temukan oleh seorang anak perempuan yang baik hati menolong ku. Aku di temukan di atas ventilasi rumah seseorang bersama saudara² ku. Tapi, sayang, anak itu hanya menolong ku saja, tidak dengan saudara²ku. Aku di pelihara oleh keluarga nya, kini hidup ku berubah. Tetapi, ada salah satu manusia yang benci padaku. Sepertinya, manusia itu tinggal di rumah majikanku yang baru. Manusia itu, sering menendangku, melempariku dengan batu dan lain². Aku takut... Badan ku sakit... Tetapi, anak perempuan itu selalu melindungi ku. Ia selalu mengelusku dan menyayangiku. :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • The Hunter's Moon (Moon Series #1)
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Alpha Mate
  • PENGELANA INGATAN
  • I Love You
  • Saya, Awak dan Malaysia Kala Itu
  • The Crescent Moon (Moon Series #2)
  • ALVIN (On Going)
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines