Mencintai seseorang adalah sebuah pilihan. Dicintai seseorang adalah keinginan. Pilihan aku itu kamu dan dia.
Tuhan mengajarkan kita arti kebahagiaan dari sebuah luka, arti kebersamaan dari sebuah perpisahan, dan makna senyum dari setetes air mata. Mungkin ini yang tuhan ajarkan buat aku , kamu, dan dia. Dan kamu juga harus belajar. Belajarlah jujur dari kebohongan, Belajarlah setia dari penghianatan, dan Belajarlah mencintai dari hancurnya perasaan. Jaga mereka yang menyayangimu, jangan sia-siakan. Terkadang kamu sadar bahwa kamu pun menyayangi mereka setelah mereka tak lagi disampingmu.
Semua orang berhak mendapatkan sebuah cinta, perhatian dan kasih sayang dari orang yang dicintainya. Benarkah begitu?
Lalu bagaimana kalau aku mencintai dia yang hanya menganggapku sahabat meskipun aku merasakan perhatiannya lebih dari yang kurasa?
Mampukah aku berlari dan menjauh?
Bisakah saja aku merelakannya dengan cinta yang lainnya?
Bolehkan aku sedikit berharap waktu berpihak padaku dan memintanya untuk bisa mencintaiku?