Cumi Oon

Cumi Oon

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 23, 2017
By: ASNAWATI D elapan (8) tahun, bukan waktu yang singkat bagi kami untuk menjalani suatu hubungan pertemanan, yaa bisa dibilang persahabatan lah. Banyak sekali lika-liku yang sudah sering kita alami, dimulai cekcok perdebatan pendapat, sampai adu mulut itu sudah sering kami hadapi. Namun, semua itu tidak menjadi penghambat kami untuk terus menjalani persahabatan ini. Awal pertemuan kami saat delapan tahun yang lalu, kira-kira tahun 2009-an lah, waktu kami masih sama-sama menduduki di bangku sekolah menengah Pertama (SMP). Awalnya sih kami biasa-biasa aja, hanya saling berbalas senyum jika bertemu atau berpapasan dijalan, siapa yang menyangka bahwa status kita sebagai adik dan kakak kelas sampai berlanjut dan menjadi teman dan bahkan menjadi sahabat sampai sekarang. Diawali dengan kak nina yang meminta ke gue agar kami pulang bareng, dan akhirnya gue menyetujuinya. Semenjak itu kami jadi semakin sering pulang bareng, dan bahkan kami juga lebih sering menghabiskan waktu bersama-sam
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He is not My Best Friend (End)
  • Diary  &  Cinta  Rahasia
  • Untuk Dua Merpati Hebatku
  • Ayla Salsabila
  • Layla Dan Kehidupannya
  • janji kecil
  • You Are My Best Friend
  • Cinta Anak SMP

Kata orang, persahabatan antara laki-laki dan perempuan tak semuanya berjalan mulus. Tahu kenapa? Ya, karena pasti akan terlibat sebuah perasaan. Perasaan yang entah itu hanya dimiliki satu orang saja, ibarat bertepuk sebelah tangan. Atau juga perasaan yang terbalas, istilahnya kedua-duanya memang memiliki rasa yang sama. Awalnya aku mengenyah hal tersebut, karena selama ini aku bisa hidup dengannya sejak kecil tanpa terlibat perasaan. Iya, itu pada saat aku masih menginjak kelas delapan sekolah menengah pertama. Waktu terus berjalan. Sampai pada akhirnya, perasaan yang ku genggam erat dan tak akan mungkin menyukai sahabatku sendiri, nyatanya pupus. Saat kelulusan kelas sembilan aku baru sadar. Kalau aku memiliki rasa sayang bahkan cinta pada sahabatku sendiri. Namun, sampai saat ini aku tidak tahu. Apakah kami memiliki rasa yang sama atau hanya aku yang memiliki rasa seperti itu? Jadi, apa ini akan berakhir cinta bertepuk sebelah tangan? Photo cover by pinterest. Created by me and don't copy my story!

More details
WpActionLinkContent Guidelines