Cumi Oon

Cumi Oon

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 23, 2017
WpInfo
Fiction
Paranormal
By: ASNAWATI D elapan (8) tahun, bukan waktu yang singkat bagi kami untuk menjalani suatu hubungan pertemanan, yaa bisa dibilang persahabatan lah. Banyak sekali lika-liku yang sudah sering kita alami, dimulai cekcok perdebatan pendapat, sampai adu mulut itu sudah sering kami hadapi. Namun, semua itu tidak menjadi penghambat kami untuk terus menjalani persahabatan ini. Awal pertemuan kami saat delapan tahun yang lalu, kira-kira tahun 2009-an lah, waktu kami masih sama-sama menduduki di bangku sekolah menengah Pertama (SMP). Awalnya sih kami biasa-biasa aja, hanya saling berbalas senyum jika bertemu atau berpapasan dijalan, siapa yang menyangka bahwa status kita sebagai adik dan kakak kelas sampai berlanjut dan menjadi teman dan bahkan menjadi sahabat sampai sekarang. Diawali dengan kak nina yang meminta ke gue agar kami pulang bareng, dan akhirnya gue menyetujuinya. Semenjak itu kami jadi semakin sering pulang bareng, dan bahkan kami juga lebih sering menghabiskan waktu bersama-sam
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Layla Dan Kehidupannya
  • Ayla Salsabila
  • Certainty [REVISI & TERBIT]
  • Mine
  • Cinta Anak SMP
  • Seventy Eight Pages ✔
  • Semesta  Luka dan kenangan
  • should we be together?
  • You Are My Best Friend
  • Sebuah Penyesalan

Kata orang, cinta pertama itu takkan pernah berhasil. Lantas, Layla bertanya-tanya. "Emang iya kalo cinta pertama ga akan bisa berhasil?" tanyanya dengan wajah polos di umur 11 tahun, saat akan menduduki bangku kelas 6 SD. Di umur 14 tahun, Layla sadar bahwa perkataan orang yang mengatakan cinta pertama (lebih pantas disebut cinta monyet) akan gagal ternyata benar. "Padamu aku pernah memimpikan hidup bersama, berjuang bersama, saling mengasihi sampai tua. Namun semesta tak sebaik itu mengizinkan. Ternyata ini adalah akhir dari kita." Tutur Gilang. Mendengar ucapan Gilang, Layla tertawa kecil. Apa katanya? Akhir? Apa yang sudah berakhir? Dari awal juga 'kan hubungan mereka tak pernah dimulai. "Salah. Lebih tepatnya, ini buntu. Aku dan kamu tidak pernah memulai hubungan apapun. Tolong jangan merasa tersinggung, kak. Sejak awal, aku dan kamu tidak akan pernah menjadi kita. Meskipun perkataanku begitu, aku tetap bersyukur bisa mengenal dan melalui hari-hariku bersamamu. Jika Tuhan mengamini reinkarnasi, aku akan meminta pada Tuhan untuk membuatku jatuh hati lagi padamu. Selanjutnya, mari kita bertemu di kehidupan yang lain dengan keyakinan dan perasaan yang sama." balas Layla.

More details
WpActionLinkContent Guidelines