Ditya & Dista

Ditya & Dista

  • WpView
    LETTURE 42
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 6
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, set 23, 2017
Kisah yang lalu... Yang membuatku tau... Sebuah arti tentang lagu... Sebuah ketulusan Yang mengajarkan pilu... Sebuah cerita beralur rindu Rasa hati ingin memelukmu... Namun hanya angan belakaku... Tak dapat tercapai... ---- "Lo cinta gue kan ?" Sebuah ucapan meluncur dari mulut yang mengeluarkan asap rokoknya. "Hah ?" Cowok tersebut terlihat menyunggingkan senyum tipis dan membuat Putung rokoknya. "Untung gue sayang Lo" gumam pelan cowok tersebut dan pergi meninggalkan gadis berseragam SMA dengan wajah melongo. "Dia ngomong apa sih ?" Gumam cewek tersebut dan melangkah menyusul cowok tersebut.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • BarraKilla
  • Miss You, Lokatara!
  • Between (On going)
  • I Love My Little Sister
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • The Second Chance
  • Gay or No ? (Revision)
  • Love Hurts
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti