CIPUY
  • WpView
    Membaca 1,357
  • WpVote
    Vote 114
  • WpPart
    Bab 24
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Okt 13, 2017
Ketika gue sadar betapa jahatnya sisi dari segi kehidupan itu, betapa dalamnya makna kehidupan itu, dan betapa pentinggnya peran orang tua di situ. Semua membuat gue sadar seiring berjalannya waktu, seiring gue melihat perubahan yang gue alami dalah kehidupan gue terkadang berwarna seperti pelangi namun terkadang kelam seperti badai. Pada dasarnya hidup memiliki alunannya sendiri terkadang berliku terkadang pun lurus. Semua gue alami perlahan hingga membuat gue harus menjadi pribadi yang dewasa di usia gue yang masih belia dulu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#15
growup
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Juan [REVISI]
  • MY TWIN MY H(EA)URT
  • Karunia di Seperempat Abad (E-book)
  • TRUTH {COMPLETED} ✓
  • Cerita Tentang Kita
  • Don't Cry
  • A Fractured Soul
  • Slow Days (FIN)
  • We're destined to met, not to united.

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan