Story cover for Axceliam by ayubungagupita
Axceliam
  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 13
Complete, First published Sep 24, 2017
"Iya sama-sama, eh iya lupa dari tadi kita belum kenalan yak? kenalin nama aku.... " Ucapan liam terpotong karena ada suara lebih tepatnya memanggil seorang gadis dan ternyata itu orangtua mereka yang memanggilnya. 

"Cecil sayang kamu dimana nak" Teriak ayahnya dari kejauhan sana yang masih mampu di dengar oleh Cecil. 

Lalu Cecil perlahan lahan mencoba berdiri dan berkata kepada Liam. 

"Em maaf kak aku pulang dulu ya udah dipanggil ayah sama bunda nih dan sekali lagi terima kasih karena sudah nolongin aku, dahhh kak" tambah Cecil sambil melambaikan tangannya ke liam lalu pergi dari hadapan liam begitu saja tanpa melanjutkan acara kenalannya tadi. 

"Yah padahal juga belum selesai kenalannya tapi malah langsung ninggal-ninggal aja!"gerutunya karena hampir saja ingin berkenalan dengan gadis mungil yang baru saja ia tolong. 

"Gimanapun caranya aku harus berkenalan dengan gadis mungil itu dan dapetin tuh gadis mungil. Lalu jika aku dah besar nanti aku akan menikahinya walau sampai badai menghadang pun aku akan mencarinya demi mendapatkan gadis mungil itu.......
All Rights Reserved
Sign up to add Axceliam to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Aksara Lingga by Larisakuma08
59 parts Complete
"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.
Menikahinya Dalam Diam (On Going) by Zaskia_2906
19 parts Ongoing
Zaki Keenan Mahendra adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara, ia sempat menuntut ilmu di Mesir selama 3 tahun, Zaki itu orang yang sangat cuek dan dingin kepada perempuan kecuali dengan keluarganya. Zaki memiliki satu Abang yang sudah menikah juga sudah memiliki anak laki laki Kayla nadhifa Habiba adalah anak bontot dari 3 bersaudara yang sangat di sayang dan sangat di jaga dengan keluarganya. Kayla memiliki 2 Abang yang masih single dan sibuk dengan pekerjaannya masing masing "Assalamualaikum umi," ucap laki laki tersebut yang sedang menelpon seseorang "Wa'alaikumusalaam nak," jawab wanita paruh baya di sebrang telepon "kamu sudah sampai nak," tanya wanita paruh baya tersebut "Sudah umi, baru saja sampai," jawab laki laki tersebut "umi yang jemput aku siapa," tanya laki laki tersebut "Di jemput abang sama Abi nak, seharusnya si sudah sampai," jawab wanita paruh baya di sebrang sana "Gitu ya umi, yaudah telepon nya Zaki matiin ya umi, Zaki mau cari Abi sama Abang," ujar laki laki tersebut-- Zaki Keenan Mahendra "Iya nak silahkan," jawab wanita disebrang sana "Assalamualaikum," ucap Zaki setelah mendengar jawaban sang umi "Wa'alaikumusalam nak," jawab wanita paruh baya tersebut. setelah salamnya di jawab Zaki pun mematikan teleponnya. Saat ini di dalam salah satu rumah di jakarta sedang adanya rengekan dari anak perempuan yang kurang lebih sudah berumur 19 tahun, dengan tinggi badan 165 cm. Anak gadis itu sedang merengek agar liburnya di perpanjang "Bunda, pulangnya Minggu depan aja," rengek gadis tersebut "Gabisa sayang, bunda izinnya hanya 3 hari dan besok pagi kamu sudah harus kembali ke pondok," sahut wanita paruh baya yang di panggil bunda dengan anak gadis tersebut. "Bundaa, tolong lah kali ini aja ya pliss," rengeknya dengan mata memelas yang sudah berkaca kaca seperti ingin menangis menatap sang bunda "Gabisa sayang, sudah ya kamu besok kembali ke pondok," kekeh sang bunda
Five wishes! [SM Family] by Rayneelee_
22 parts Ongoing
Bercerita tentang hubungan persaudaraan yang terjalin begitu erat dan saling menyayangi meskipun masih sering terjadi pertengkaran dan perdebatan untuk hal kecil sekalipun. Kelima orang ini tentu memiliki perangai dan budi pekerti yang berbeda, terbukti Ayah dan Bunda sering mengatakan bahwa sifat dan sikap mereka sangat bertolak belakang meskipun ada satu yang sama. Tentang segala harapan dan cita-cita, mereka pekerja keras dan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mencapai impian yang mereka punya. Telebih ayah dan bunda selalu mengatakan bahwa siapa yang bersungguh-sungguh maka akan mendapatkan ap[a yang ia inginkan, tak ada yang instans semua harus melalui prosesnya masing-masing. "Itu sudah pada bangun atau belum...? nak, bangun semuanya, udah di tungguin sama Ayah buat sarapan! Rendi itu tolong adeknya dibangunkan dulu ya"- Bunda Winata "ayah tunggu sepuluh menit lagi, kalau belum pada ngumpul uang jajan hari ini Ayah potong setengah" - Ayah Cahyadi "Adek susah banget di suruh bangun Bun, disiram halal nggak nih? kalau halal abang langsung gas" - Abang Rendi "Ayah bentar lagi yaa, tanggung banget mimpinya ini huhuhu ketemu Jaemin Nct lho aku" - Mbak Niki " Abang Rendi jail banget sih! Anduk aku dibuang" Adek Jinan "Nggak mau!!! ayah jangan potong duit aku" - Adek Rayyan "Masih dingin lho ayah, ntar adek pilek kek gimana? ayah mau dimarahi Bunda?" - Adek Dewa Itu hanya garis besar kehidupan mereka, sisanya masih banyak lagi drama yang mereka miliki.
You may also like
Slide 1 of 10
Aksara Lingga cover
KETIKA CINTA DIPERTEMUKAN cover
Menikahinya Dalam Diam (On Going) cover
Suamiku Amnesia (REPOST) cover
Ciel Wiratama or Ciel Pradipta cover
Five wishes! [SM Family] cover
Silent, Please! (Re-up) cover
SHADOW ( Selesai)  cover
ADYRA cover
beautifull sunset and someone berbatik cover

Aksara Lingga

59 parts Complete

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.