Axceliam
  • WpView
    Reads 181
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 13, 2021
"Iya sama-sama, eh iya lupa dari tadi kita belum kenalan yak? kenalin nama aku.... " Ucapan liam terpotong karena ada suara lebih tepatnya memanggil seorang gadis dan ternyata itu orangtua mereka yang memanggilnya. "Cecil sayang kamu dimana nak" Teriak ayahnya dari kejauhan sana yang masih mampu di dengar oleh Cecil. Lalu Cecil perlahan lahan mencoba berdiri dan berkata kepada Liam. "Em maaf kak aku pulang dulu ya udah dipanggil ayah sama bunda nih dan sekali lagi terima kasih karena sudah nolongin aku, dahhh kak" tambah Cecil sambil melambaikan tangannya ke liam lalu pergi dari hadapan liam begitu saja tanpa melanjutkan acara kenalannya tadi. "Yah padahal juga belum selesai kenalannya tapi malah langsung ninggal-ninggal aja!"gerutunya karena hampir saja ingin berkenalan dengan gadis mungil yang baru saja ia tolong. "Gimanapun caranya aku harus berkenalan dengan gadis mungil itu dan dapetin tuh gadis mungil. Lalu jika aku dah besar nanti aku akan menikahinya walau sampai badai menghadang pun aku akan mencarinya demi mendapatkan gadis mungil itu.......
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not A Perfect Husband ✔
  • ADYRA
  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • Meraih Restu Kakak [TAMAT] #WRITONwithCWBP
  • Aksara Lingga
  • Sejarah Kita
  • ayah angkatku suamiku
  • Ciel Wiratama or Ciel Pradipta
  • Kamu
  • SHADOW ( Selesai)

Saat sebuah lamaran mendadak datang ke rumahku oleh Bu Lia, dengan begitu semangat aku menyetujuinya tanpa berpikir dua kali karena yang ada di bayanganku saat itu adalah berdiri berdampingan dengan senyum lebar bersama mas Herman, setidaknya itulah yang ku pikirkan sampai aku lupa untuk menggunakan pikiran dan akal sehatku, aku melupakan satu fakta penting bahwa anak Bu Lia bukan hanya mas Herman seorang!! Dan saat lamaran dadakan itu tiba, betapa terkejutnya aku, bukan mas Herman lah yang akan menikah denganku melainkan pria menyebalkan sekaligus penghancur masa remajaku yang bahagia. Rasanya aku ingin melarikan diri saja entah kemana, tapi ternyata tidak semudah itu melepaskan diri darinya dan ketika aku mempunyai alasan untuk melepaskan diri darinya, hati ini sudah enggan untuk pergi. *** ".... anaknya Bu Lia mau ngelamar kamu." "Hah?! Apa?!" mulutku seketika melongo, serius pak ustad itu ngelamar aku?! Ya Allah, sujadah mana? Aku mau sujud syukur, alhamdulillah ya Allah. "Aku mau kak! Aku mau!" jawabku dengan penuh semangat."Kapan dia mau lamar aku kak? kapan?! Sekarang juga boleh kak, aku udah siap, ya Allah. Aku siap kak!" ucapku semangat dengan senyum yang semakin melebar, bayangan tubuh gagahnya yang di balut tuksedo itu saja sudah membuat ilerku bergerak keluar, mahar surah Ar-Rahman pun aku mau ya Allah. *** .... kak Prita menuntunku menuju ruang tamu, aku melebarkan senyumku, disana ada Bu Lia, ada mas Herman, ada-- Tunggu, kenapa Randa memakai pakaian yang senada denganku?! Tunggu, apa aku melewatkan sesuatu?! Aku butuh udara, oksigen mana?! "Kak, kok dia pake baju yang sama kayak aku?" tanyaku tersedak, kepalaku tiba-tiba pening seketika. "Kan Randa yang ngelamar kamu," jawabnya yang seketika membuatku syok berat. *** Mari mampir ???????? ^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines