We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Langit Impian

Langit Impian

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 30, 2017
WpInfo
Fanfic
Fairy Tail
Karena sebuah obsesi pribadi, Nana harus mengorbankan dirinya menikah dengan lelaki menyebalkan yang tak lain adalah kekasih sahabatnya sendiri. Nana terpaksa menikah dengan Daeren karena perjodohan klasik yang telah diatur 2 keluarga. Bagi Nana dan Daeren itu adalah pernikahan sandiwara karena mereka telah merencanakan untuk berpisah dan kembali pada kekasihnya masing-masing. Namun, seiring berjalannya waktu Nana jatuh cinta pada Daeren, tepatnya sikap lembut Daeren yang membuat Nana jatuh hati. Lalu bagaimana dengan rencana yang telah dicanangkan jauh-jauh hari? Kemanakah cinta untuk Hendi yang Nana miliki? Bagaimana dengan perasaan Daeren pada Nana dan juga janji tuk kembali pada kekasihnya Devi? -Naliya Putri Kalangi" "andai aku bisa memilih, dari keluarga mana aku dilahirkan" -Daeren Langit Lumoindong "Untuk membahagiakan 1 wanita yang sangat berarti dalam hidupku, haruskah aku melanggar janjiku untuk menikah dengan wanita yang kucintai?" -Devi Samaranta Yunus "Jangan tanya bagaimana rasanya melihat kekasihku berdiri dipelaminan dengan sahabatku sendiri. Meski tahu itu hanya sandiwara, tapi tetap saja sakitnya sangat terasa" -Hendi Susanto "Mungkin ini yang disebut takdir. Meski kami saling mencintai, Takdir tak mengijinkan kami untuk saling memiliki"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • Not Your Fault [SELESAI]
  • Nara
  • SENANDIKA [ON GOING]
  • Where to
  • ANATHAN  || END
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines