OMBAK CINTA

OMBAK CINTA

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing2h 13m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 6, 2018
Irana adalah seorang guru di salah satu Sekolah Luar Biasa di Ibu kota. Sebagai seorang guru dengan murid-muridnya yang memiliki kekurangan, Irana memiliki konflik tersendiri dalam menghadapi para muridnya. Dari beberapa muridnya hanya satu murid yang begitu sulit di taklukkannya yaitu Lana. Lana adalah anak yang menderita autisme, kemalangan Lana yang tidak di pedulikan keluarganya membuat Irana dekat dengan gadis kecil ini, walaupun mulanya sangat sulit. Kedekatan Lana dan Irana berdampak pada tingkah laku Lana yang makin membaik, Lana menjadi anak yang cukup periang dan mudah berkomunikasi. Meskipun terkadang Lana terlihat murung saat mengucapkan kata 'Papa'. Dari sinilah akhirnya Irana mengetahui bagaimana kehidupan Lana sebenarnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jun & Hana
  • 🌻ERTI KESETIAAN 🌻 (COMPLETED)
  • LOVE IS ALIVE IN ME
  • USTAZ HARITH ISKANDAR
  • Senja Yang Mengikat
  • DUDAKU ATAU SUAMIKU (E-BOOK)C
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]
  • INTOXICATING
  • Hingga Ke Penghabisan
  • TAKDIR MAISARAH

"Hello, ada orang di sana?" Hana membuka suara. Tatapan matanya waspada menyapu seluruh sudut halaman rumah tersebut. Hingga akhirnya, ia merasakan seseorang menyentuh pundaknya. Reflek, perempuan itu memanfaatkan keahliannya dalam Judo hingga ia bisa menarik lengan tersebut dan dengan satu gerakan ia membanting tubuhnya. Bukk!! Sosok itu menghantam ke tanah. Dan segera terdengar erangan. Seorang pria tergeletak, meringis kesakitan. Kedua mata Hana mengerjap. Tatapan mereka terkunci sesaat. "Astaga, siapa kau? Kenapa kau masuk ke rumah orang tanpa permisi seperti pencuri?" Lelaki itu mengomel. Hana membelalak, otaknya yang cerdas segera menyadari bahwa akan ada kesalah pahaman di sini. "Oh, maaf. Aku kira ... kau...," ia beranjak mendekati pria tersebut dan berusaha membantunya berdiri. Namun pria itu menolak dan menepis tangannya dengan kasar, lalu bangkit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines