Amico

Amico

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 18, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Bian sudah keukeuh dengan keputusannya. Hari ini semuanya harus jelas, tidak ada yang harus disembunyikan lagi. Dia ingin persahabatannya tetap terjaga, seperti yang dulu dia katakan. Lalu beberapa saat kemudian pintu rooftop terbuka, menampilkan dua sosok yang ia tunggu.
All Rights Reserved
#1
amico
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hitam Putih Abu-Abu [completed]
  • Surat Untukmu
  • Ananta Bandhana
  • Cokelat Kacang [Selesai] [TIDAK REVISI]
  • Don't worry acha
  • Through It All With You [COMPLETE]
  • Best Friend ?
  • CHAIRA

Sejak pertemuan pertama mereka, Farhan sudah memberitahu agar Khanza lebih baik tidak mengingatnya. Tapi sosok Farhan yang misterius di mata Khanza tidak bisa menghentikan gadis itu untuk tertarik padanya, pada kepribadiannya, atau pada masa lalunya. Tatapan dingin itu menyimpan sesuatu yang mengerikan. Satu persatu kenyataan tentang masa lalu Farhan pun terungkap. "Tetaplah seperti ini Za. Aku ingin kamu terus ada di sisiku." Permintaan yang terdengar egois memang, namun Khanza bisa merasakan ketulusan dari suaranya. Ragu-ragu Khanza tetap membiarkan Farhan seperti ini. Perasaan aneh itu muncul lagi. Ia mencoba meraba detak jantungnya. Perasaan macam apa ini? Khanza mulai merasa ini tidak wajar. Yang ia tahu saat ini, hanya betapa Khanza semakin ingin menjaga Farhan dan menghapus segala kesedihan dari mata itu. ©buku ini telah terbit oleh Pena House Cetakan pertama Desember 2015

More details
WpActionLinkContent Guidelines