BUKAN CINTA PANDANGAN PERTAMA

BUKAN CINTA PANDANGAN PERTAMA

  • WpView
    Reads 1,887,547
  • WpVote
    Votes 36,897
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 29, 2015
Menikah? Kontrak? Tapi dapat bayaran saham perusahaan bonafid, posisi Direktur, lalu hanya 2 tahun kok! Tugasnya menjadi sosok seorang ibu bagi putri kecil bernama Ariana yang berumur 3 tahun dan menjadi istri sementara Komisaris Admadja Group, David Admadja. Tidak terlalu sulit kan, bila kamu tidak menghitung : 1. Milla belum tahu bagaimana menjadi seorang ibu diusianya yang ke 28 dan belum pernah mengasuh anak orang, kecuali anak kucing, itupun cuman sehari. 2. David Admadja adalah kandidat suami ganteng, dan so sweet hampir dengan semua wanita kecuali Milla, karena di capnya ada maksud terselubung. 3. Milla tidak ada perasaan dengan calon suami kontrakkannya, untuk sekarang sih, tapi... kalo setiap hari ketemu wajah ganteng itu, jangan-jangan imunitas terhadap pria gantengnya hilang... lalu kalo hatinya tidak mau pindah kontrakkan gimana?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Wedding on Paper ✓Tamat
  • Contract Marriage (End)
  • Catching The Throne (COMPLETED)
  • LYVARU
  • Aku,Kamu Dan Cinta
  • Becoming Stepmother ✅
  • 13 Kakak + 1 Bayi Magang
  • Ibu Pejabat di Balik Tirai

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines