CINTA via WA

CINTA via WA

  • WpView
    Reads 214
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 1, 2017
Ini sebuah persahabatan, ini sebuah percintaan dan kasih sayang, ini sebuah rencana yang tiada sangka sebelumnya. Lian ingin banget mendapatkan Theo. Dan demi harapannya itu, Loli berusaha mati-matian buat nyomblangin. Hingga suatu hari, rencana Loli hampir gagal. Demi kebahagiaan sahabatnya itu, ia rela menyusun sebuah rencana tanpa memikirkan akibatnya. "Ikuti aja ceritanya, nanti kalian juga akan tau apa rencana itu!!!"
All Rights Reserved
#14
rencana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • REYFAL
  • Langit Semesta
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Sun Shine: The Our Star
  • Bukan Salahnya Hujan (Completed)
  • Remember Me
  • Love Forever #IDR
  • Tuhan Cinta Kita
  • FRIENDS GOALS(kisah Nyata)

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines